Breaking News

Nama Siwi Eks Pramugari Garuda Disebut dalam Sidang Tipikor, Diduga Terima Uang Rp648 Juta

Uang hasil korupsi. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Nama Siwi Widi Purwanti kembali mencuat. Eks pramugari Garuda Indonesia itu diduga menerima sejumlah uang, sebesar Rp647.850.000.

Hal tersebut terungkap dari kesaksian Muhammad Farsha Kautsar. Dirinya hadir sebagai saksi kasus tipikor di lingkungan Kanwil Ditjen Pajak Sulselbartra.

Farsha mengaku, ia mengirim uang karena diminta Siwi. Duduk sebagai terdakwa dalam sidang ini adalah Kepala Bidang Pendaftaran, Ekstensifikasi dan Penilaian Kantor Wilayah Ditjen Pajak Sulselbartra Wawan Ridwan dan Alfred Simanjuntak selaku mantan PNS Ditjen Pajak.

Farsha sendiri merupakan anak kandung dari terdakwa Wawan Ridwan. "Waktu itu yang bersangkutan minta dibelikan sebuah barang dan saya membelikan barang itu. 

Saya mentransfer ke Widi saat itu," ujar Farsha dalam sidang kasus dugaan suap pajak, gratifikasi, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa (10/5/2022).

Dikonfirmasi terpisah oleh hakim, Siwi yang turut dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan tersebut mengaku beberapa kali dikirimi uang oleh Farsha. "Betul (pernah ditransfer) April 2019. Seingat saya sampai Juli 2019," akunya.

Siwi mengungkapkan alasan Farsha bisa memberikannya uang ratusan juta rupiah. Kata dia, Farsha sedang berusaha mendekatinya.

"Waktu itu saya jadi teman dekatnya Farsha. Waktu itu Farsha mengenal saya mengaku berusia 28 tahun sebagai pengusaha bukan mahasiswa. Dia mencoba mendekati saya dan ada obrolan di mana dia mencoba mencari perhatian pada saya dengan membayarkan sesuatu untuk saya," tutur Siwi.

Ia menggunakan uang tersebut untuk keperluan pribadi seperti membeli tas hingga perawatan kecantikan di Korea. "Di BAP (Berita Acara Pemeriksaan) ada digunakan untuk jalan ke luar negeri, belikan tas seperti BAP Ibu nomor 22 untuk jalan-jalan, belanja, beli jaket merek Gucci, dan untuk perawatan kecantikan di Korea?" tanya jaksa.

"Ya, seingat saya begitu," jawab Siwi. Dia juga menjelaskan uang Rp647.850.000 sudah dikembalikan ke KPK dalam bentuk tunai.

Duduk sebagai terdakwa dalam sidang tersebut adalah Kepala Bidang Pendaftaran, Ekstensifikasi dan Penilaian Kantor Wilayah Ditjen Pajak Sulselbartra Wawan Ridwan dan Alfred Simanjuntak selaku mantan PNS Ditjen Pajak. Keduanya didakwa menerima suap sebesar Rp15 miliar dan SGD4 juta atau sekitar Rp42.169.984.851 dari para wajib pajak terkait pemeriksaan perpajakan tahun 2016-2017.

Kedua terdakwa melakukan kejahatan bersama-sama dengan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan pada Ditjen Pajak tahun 2016-2019 Angin Prayitno Aji; Kepala Sub Direktorat Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan Ditjen Pajak tahun 2016-2019 Dadan Ramdani; serta tim pemeriksa pajak Yulmanizar dan Febrian. Suap diberikan Aulia Imran Maghribi dan Ryan Ahmad Ronas selaku konsultan PT Gunung Madu Plantations; Veronika Lindawati selaku kuasa PT Bank PAN Indonesia (Panin) Tbk; serta Agus Susetyo selaku konsultan pajak PT Jhonlin Baratama.

Wawan dan Alfred masing-masing menerima uang sebesar SGD606.250 atau total sekitar Rp12.935.897.609. Khusus untuk Wawan, ia juga dijerat dengan Pasal TPPU. Uang hasil kejahatannya diduga mengalir ke banyak pihak, termasuk Siwi. (tim redaksi)

#ekspramugarigaruda
#siwi
#kasusdugaansuap
#gratifikasi
#tppu
#kasustipikor
#tindakpidanakorupsi

Tidak ada komentar