Breaking News

Masuki Musim Kemarau, Sejumlah Wilayah di Jakarta Ini Rawan Krisis Air

Kekeringan di musim kemarau. Foto: ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Cuaca panas yang belakangan dirasakan warga Jabodetabek menjadi pertanda datangnya musim kemarau. Jika menilik kalender cuaca, maka Mei-September adalah waktu dimana curah hujan rendah.

Jika curah hujan tinggi berisiko banjir, maka curah hujan rendah juga memiliki efek negatif, kekeringan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta sudah mengantongi sejumlah wilayah di Jakarta yang rawan krisis air saat musim kemarau.

Merujuk data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada 2019, setidaknya ada 15 kecamatan di Jakarta rawan krisis air. "Kecamatan yang rawan kekeringan tersebar di 4 kota wilayah administratif," rinci Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji kepada wartawan, dikutip Rabu (11/5/2022).

Daftar yang dimaksud, yaitu:

1. Jakarta Pusat; Menteng, Gambir, Kemayoran, Tanah Abang).

2. Jakarta Utara; Cilincing, Tanjung Priok, Koja, Kelapa Gading, Penjaringan.

3. Jakarta Selatan; Tebet, Pasar Minggu, Setiabudi.

4. Jakarta Timur; Makasar, Pulogadung, Cipayung.

Selain kecamatan tersebut, kerawanan juga bisa terjadi di daerah-daerah yang belum terlayani oleh jaringan perpipaan air bersih. "Seperti di Kecamatan Jagakarsa, Pasar Minggu dan sebagian wilayah Kecamatan Cilandak," sebutnya.

Ia menambahkan, pada periode 2017-2022, musim kemarau berdampak kelangkaan air dan meningkatnya polusi udara. "Dampak dari musim kemarau dapat menyebabkan kekeringan yang mengakibatkan kelangkaan air bersih dan juga meningkatnya polusi udara," bebernya.

Dampak musim kemarau bahkan menjadi pertimbangan Pemprov DKI Jakarta membentuk Satgas Air Bersih pada September 2019, untuk memastikan pasokan air bersih tersedia bagi warga. Dirinya mengatakan, merujuk prakiraan musim kemarau di Indonesia tahun ini yang dirilis oleh BMKG, rata-rata wilayah DKI Jakarta sudah memasuki awal musim kemarau pada April 2022. 

Namun, untuk wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan akan memasuki awal musim kemarau pada Juni 2022. Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta berkoordinasi dengan para wali kota untuk menghitung kebutuhan air bersih, khususnya bagi masyarakat yang berada di daerah rawan kekeringan dan bagi wilayah yang belum terlayani jaringan air bersih.

BPBD juga berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan PAM Jaya agar stok kebutuhan air bersih dapat tercukupi. "Meminta PD PAM Jaya menyiagakan Instalasi Pengolahan Air (IPA) mobile dan juga mobil-mobil tangki air agar siap memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga Jakarta saat terjadi kekeringan," ajaknya.

BMKG, kata Isnawa, juga memperkirakan sifat hujan akan berada pada kondisi "atas normal" yakni curah hujan musim kemarau lebih tinggi dari rerata klimatologis. Sedangkan, puncak musim kemarau diprakirakan akan terjadi pada bulan Juli-September 2022. (tim redaksi)

#musimkemarau
#rawankrisisair
#curahhujanrendah
#klimatologis
#bmkg
#bpbddkijakarta
#kekuranganpasokanair
#jakarta

Tidak ada komentar