Breaking News

Kecewa Penyaluran Dana CSR Tambang, Masyarakat Adat Kaltim Lapor ke Komisi VII DPR RI

Sekretaris DPW Tariu Borneo Bangkule Rajang (TBBR) Kaltim Mei Christi saat konferensi pers, Kamis (12/5/2022). Foto: istimewa

WELFARE.id-Penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) sesuai  Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) di luar Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) membuat pemerintah daerah setempat meradang. 

Bahkan, masyarakat adat setempat juga kecewa dengan penyaluran dana CSR oleh perusahaan tambang batu bara yang beroperasi di Provinsi Kaltim tersebut. 

Dampaknya, masyarakat adat berencana akan melaporkan tindakan perusahaan tambang itu hingga ke DPR RI.

Penegasan itu disampaikan Sekretaris DPW Tariu Borneo Bangkule Rajang (TBBR) Kaltim Mei Christi. Perusahaan yang dimaksud adalah Gunung Bayan, bagian dari Bayan Group Resources. 

”Wagub Kaltim saja kecewa apalagi kami. Kalau mau ekstrem, kami bisa saja tutup konsesi tambangnya. Jangan anggap remeh kami selaku masyarakat Kaltim,” ucapnya.

Apalagi, kata Mei Christi juga, sebagian besar konsesi Gunung Bayan berada di lahan masyarakat adat. Sehingga program CSR berupa pemberian beasiswa kuliah ke UI dinilai menciderai perasaan masyarakat adat. 

”Kenapa harus bagikan ke sana, apakah anak-anak di sini tidak layak menerima bantuan pendidikan? Ini bukan hanya untuk Bayan saja, tapi juga semua perusahaan pertambangan di Kaltim,” papar Mei Christi juga.

Ia juga mengaku masyarakat adat tidak meminta bantuan uang tunai, tapi cukup diberikan bantuan pendidikan. Toh yang akan menuai manfaat juga adalah perusahaan sendiri. 

Mei Christi bahkan menantang PT Bayan untuk merilis nama anak-anak warga Kaltim yang pernah mendapat bantuan beasiswa dari perusahaan.

Sebenarnya, kata Mei Christi juga, tidak masalah kalau Bayan Grup memberi beasiswa ke Pulau Jawa, jika operasi tambang mereka menghasilkan lubang. ”Ini sebagai bentuk pertanggungjawaban perusahaan kepada masyarakat sekitar,” cetusnya juga. 

Tapi, Mei Christi juga menambahkan, daerah yang banyak lubang bekas tambang justru di Kaltim. Hal inilah yang dianggap menyakiti perasaan masyarakat.

Dalam waktu dekat dirinya akan lakukan konsolidasi bersama ormas kedaerahan lain untuk membahas beberapa langkah. Salah satunya menyiapkan laporan kepada sejumlah pihak.

”Kami dari pasukan merah Dayak akan kolaborasi juga dengan Pospera (Posko Perjuangan Rakyat) di pusat. Bahkan sampai ke Komisi VII DPR RI, kami akan upayakan untuk ketemu,” tegas Mei.

Aksi itu termasuk pula menggelar aksi demonstrasi agar tuntutan masyarakat Kalti m bisa didengar. ”Jangan sampai Pak Wagub yang berjuang sendirian. Ini komunikasi lintas ormas sudah mulai ramai di grup WA kami,” tandasnya. 

Sebelumnya, Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim Hadi Mulyadi tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya lantaran PT Bayan Resources yang beroperasi di daerahnya telah memberikan beasiswa untuk kampus di luar Kaltim. 

Rinciannya Rp100 miliar untuk Institut Teknologi Bandung (ITB), Rp50 milliar untuk Universitas Gajah Mada (UGM) dan Rp 50 miliar untuk Universitas Indonesia (UI). Seyogyanya apapun perusahaannya, aliran dana CSR harus diprioritaskan di daerah tempat perusahaan itu beroperasi.

Aturan itu termaktub dalam Permen ESDM Noor 26 Tahun 2018 tentang pelaksanaan kaidah pertambangan yang baik dan pengawasan pertambangan mineral dan batu bara. Khususnya di pasal 38 ayat 1 dijelaskan bahwa perusahaan atau pemegang IUP harus memiliki pemetaan sosial masyarakat sekitar pertambangan. 

Sayangnya karena PKP2B ini menjadi urusan pemerintah pusat, Pemprov Kaltim tidak bisa berbuat banyak. Bahkan DPRD Kaltim saja tidak diberikan data informasi terkait keberadaan PKP2B. 

”Ini harus kita gugat. Kita sudah terlalu banyak berikan sumbangsih ke negara, luar biasa kita bantu negara sampai ekspor masuk tiga besar nasional, tapi hasilnya untuk Kaltim tidak sebanding,” cetusnya. (tim redaksi)

#kalimantantimur
#kaltim
#danacsr
#perjanjiankaryapengusahaanpertambanganbatubara
#pkp2b
#wagubkaltim
#hadimulyadi
#sekretarisdpwtariuborneobangkulerajang 
#meichristi

Tidak ada komentar