Breaking News

Kebijakan Karantina Kandang Dinilai Tak Solutif, Picu Kenaikan Harga Daging

Daging sapi di pasar. Foto: Ilustrasi/ Antara

WELFARE.id-Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) mengancam keberlangsungan peternak, pengepul, dan pengusaha daging olahan. Pasalnya, sektor usaha mereka ada yang praktis terhenti akibat wabah penyakit itu.

Hal itu diungkapkan Ketua Asosiasi Pengusaha Daging dan Hewan Ternak (Aspednak) Indonesia Isa Anshori. Ia mengatakan, kebijakan karantina kandang dan tertutupnya jalur distribusi ternak antar daerah/wilayah, menjadikan ketersediaan daging dan hewan ternak yang sehat terancam.

Lantas, masyarakat kebingungan, menyebabkan daging dari pemotongan ternak suspect PMK berpotensi terus beredar di provinsi asal, karena para peternak berusaha menyelamatkan masing-masing pendapatannya. Ia menambahkan, walaupun terjual murah dan jangka waktu yang cepat akan terus membuat dampak harga ternak dan daging semakin mahal.

"Konsumen daging tidak hanya untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi hotel, restoran, rumah sakit, serta pedagang makanan berbahan pokok daging juga terancam tidak bisa mendapatkan daging yang mereka butuhkan. Karena populasi ternak yang sehat semakin berkurang akibat wabah PMK ini,” ungkapnya dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (17/5/2022).

Dirinya dengan tegas mendorong, agar pemerintah segera menemukan solusi dari permasalahan itu. "Karena jika berharap wabah PMK hilang, tentu butuh waktu yang tidak sebentar. Karena sangat berpotensi terus meluas beserta penyelesaiannya dengan jumlah ternak yang begitu banyaknya di negeri ini,” bebernya.

Peternak yang terancam rugi besar, jagal dan pengusaha ternak juga begitu. Karena kontrak-kontrak pembelian yang sudah terjadwal menjadi tidak jelas dan kerugian sudah di depan mata.

"Kebijakan karantina dan pembatasan jalur distribusi daging dan hewan ternak harus dikaji ulang, tanpa mengurangi urgensi penanganan wabah PMK itu sendiri,” sarannya. Isa melanjutkan, masih banyak provinsi di Indonesia ini yang surplus dan siap mendukung tersedianya suport ternak sehat dengan menyertakan hasil tes kesehatannya seperti NTT, Bali dan provinsi lainnya.

Dirinya berharap, Pemerintah Provinsi dalam hal ini Dinas Peternakan, Balai Karantina, dan pihak terkait lainnya harus segera mengeluarkan kebijakan yang padu, agar kepentingan dan kebutuhan semua pihak bisa terpenuhi.

"Kepentingan dan kebutuhan masyarakat akan daging dan hewan ternak yang sehat, aman, dan harga yang terjangkau harus menjadi perhatian utama. Apalagi menghadapi Idul Adha dan Nataru nanti, pasti kebutuhan ternak kurban dan ternak sehat akan melonjak tentunya dengan segala konsekuensinya,” tuntasnya. (tim redaksi)

#kelangkaandaging
#jelangiduladha
#kebijakankarantina
#aspednak
#asosiasipeternak
#solusiwabahpmk
#penyakitmulutdankuku
#pedaganggulungtikar

Tidak ada komentar