Breaking News

Kasus Upal Meningkat, Cegah Sindikat Merajalela dengan Aplikasi Ini

Uang palsu. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Peredaran uang palsu (upal) masih marak. Meskipun berbagai upaya edukasi terus dilakukan ke masyarakat, namun sindikat upal juga tak kalah pintar.

Mereka kian rapi dalam membuat upal, sehingga sering mengecoh korbannya. Maka itu, untuk memudahkan masyarakat melaporkan aksi kejahatan upal, Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Pol Whisnu Hermawan melaunching aplikasi I-Comreds. 

Aplikasi ini juga untuk memudahkan aparat kepolisian untuk segera mengungkap sindikat peredaran upal. "Aplikasi I-Comreds merupakan jawaban dari keinginan masyarakat untuk berperan serta dalam pemberantasan peredaran uang palsu khususnya rupiah," ungkap Whisnu kepada wartawan, dikutip Jumat (20/5/2022). 

Jenderal bintang satu itu mengungkapkan banyak masyarakat yang mengetahui atau bahkan menjadi korban peredaran uang palsu enggan untuk melapor. Bahkan ketika masyarakat menjadi korban justru meneruskan peredaran uang itu dengan menukarkan kembali untuk membeli barang karena tidak mau menderita kerugian. 

"Dengan begitu, terdapat hambatan dalam upaya deteksi dini peredaran uang palsu karena tidak bisa secara real time mengetahui keberadaan atau peredarannya," ulasnya. Ia memberi contoh, berdasarkan fakta pengungkapan kasus peredaran uang palsu oleh Subdit IV Dittipideksus Bareskrim Polri terjadi peningkatan signifikan dalam kurun waktu satu tahun.

Barang bukti yang disita pada 2021 sebanyak 8.990 lembar baik uang palsu pecahan Rp50.000 maupun Rp100.000. Hal ini meningkat pada 2022 dimana sejak Januari hingga April sebanyak 495.184 lembar uang palsu pecahan Rp100.000 disita. 

"Barang bukti tersebut berhasil diamankan dari jaringan peredaran uang palsu Jawa Timur dengan jumlah tersangka sebanyak 7 orang," ungkapnya. Kasubdit IV/ Dittipideksus Bareskrim Polri Kombes Pol Andri menambahkan, saat ini aplikasi I-Comreds masih diprioritaskan pada wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. 

Namun demikian, aplikasi tersebut nantinya akan terus dikembangkan serta diharapkan dapat mengcover seluruh wilayah hukum kepolisian yang ada di seluruh Indonesia. "I-Comreds adalah alat pre-screening yang dioperasikan berbasis pembelajaran mesin (machine learning) dengan metode deep learning. Kemampuan alat ini bisa mempelajari pola dan informasi gambar yang berbentuk pixel di lapisan pertama obyek uang rupiah," paparnya. 

Masyarakat tinggal langsung melaporkan keberadaan rupiah palsu melalui smartphone android kepada Polri. (tim redaksi)

#bareskrimpolri
#peredaranuangpalsu
#upal
#sindikatupal
#uangpalsu
#aplikasiicomreds
#penegakanhukum

Tidak ada komentar