Breaking News

Kasus Ade Yasin, KPK Dalami Temuan Tim Auditor BPK

Ade yasin. Foto : net

WELFARE.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus korupsi Bupati nonaktif Bogor Ade Munawaroh Yasin atau Ade Yasin. Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menerangkan, tim tengah menyelidiki soal sejumlah temuan proyek pekerjaan yang menjadi objek pemeriksaan tim auditor dari BPK perwakilan Jawa Barat. 

Pendalaman tersebut dilakukan melalui pemeriksaan sejumlah saksi yakni Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Soebiantoro; PPK Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Heru Haerudin; tiga PNS Dinas PUPR Kabupaten Bogor atas nama Gantara Lenggana, R Indra Nurcahya, dan Aldino Putra Perdana; serta Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Krisman Nugraha. 

Pemeriksaan saksi dilakukan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (19/5/2022). "Para saksi hadir dan didalami pengetahuannya antara lain terkait proyek-proyek di Dinas PUPR dan dugaan beberapa temuan proyek pekerjaan yang menjadi objek pemeriksaan tim auditor BPK perwakilan Jabar," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (20/5/2022). 

Diketahui, Ade Yasin dan tujuh orang lainnya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan suap. Ade Yasin diduga menyuap empat pegawai BPK perwakilan Jabar sekitar Rp1,9 miliar supaya Pemkab Bogor mendapatkan predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) untuk tahun anggaran 2021. 

Selain Ade Yasin, KPK juga menetapkan Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Maulana Adam; Kasubdit Kas Daerah BPKAD Kabupaten Bogor, Ihsan Ayatullah; dan PPK pada Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Rizki Taufik sebagai tersangka pemberi suap. 

Sementara tersangka penerima suap yakni empat pegawai BPK perwakilan Jabar yakni Kasub Auditorat Jabar III, Anthon Merdiansyah; Ketua Tim Audit Interim Kabupaten Bogor, Arko Mulawan; dan dua orang pemeriksa dari BPK perwakilan Jabar atas nama Hendra Nur Rahmatullah Karwita dan Gerri Ginanjar Trie Rahmatullah. (tim redaksi) 

#kpk
#korupsi
#bupatibogor
#adeyasin
#bpk
#kasussuapadeyasin

Tidak ada komentar