Breaking News

Indeks Keyakinan Konsumen Naik 111% dari Bulan Lalu, BI: Tanda Ekonomi Bergeliat

Bank Indonesia. Foto: Ilustrasi/ Vibiznews

WELFARE.id-Pandemi COVID-19 diyakini akan segera menjadi endemi. Ekonomi pun perlahan bangkit.
Hal itu ditandai dengan rilis Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) pada April 2022 yang mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi meningkat. 

Hal tersebut tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) April 2022 sebesar 113,1, meningkat dari 111,0 pada bulan sebelumnya. 

"Peningkatan IKK terpantau pada mayoritas kategori pengeluaran, kelompok usia, serta kategori pendidikan responden. Secara spasial, kenaikan IKK terjadi di sebagian besar kota cakupan survei. Terbesar di kota Bandar Lampung, diikuti kota Samarinda, dan Denpasar," ujar Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono di Jakarta, dikutip Kamis (12/5/2022).

Keyakinan konsumen pada April 2022 itu meningkat, lanjutnya, didorong oleh membaiknya persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini. Peningkatan tersebut berkaitan dengan persepsi terhadap penghasilan saat ini, ketersediaan lapangan kerja dan pembelian barang tahan lama (durable goods) yang meningkat. 

"Sementara itu, ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan tetap berada di level optimis (indeks >100). Meskipun tidak setinggi bulan sebelumnya, ditopang terutama oleh ekspektasi penghasilan," bebernya.

Hal itu sejalan dengan ekspektasi Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Otonomi Daerah Sarman Simanjorang. Ia mengatakan, perayaan dan masa libur Idul Fitri di Indonesia merupakan momentum menggenjot pertumbuhan ekonomi karena menjadi puncak perputaran uang terbesar di Indonesia.

Menurutnya, tingginya animo mudik ini akan menggerakkan perekonomian daerah dan meningkatkan produktivitas berbagai sektor usaha. Ia memperkirakan dana sebesar Rp28 triliun hingga Rp42 triliun akan mengalir dari kota ke daerah tujuan mudik selama Idul Fitri 2022.

Prediksi tersebut sesuai dengan asumsi jika jumlah yang mudik sekitar 85 juta orang dan rata-rata per keluarga tiga orang, maka jumlah yang mudik kurang lebih sekitar 28 juta keluarga. 

Jika rata-rata per keluarga membawa minimal Rp1 juta saja, maka uang yang mengalir ke daerah paling sedikit Rp28 triliun, jika membawa rata-rata Rp1,5 juta per keluarga maka potensi perputaran di kisaran Rp42 triliun.

Mengacu asumsi Sarman Simanjorang, jika dirinci berdasarkan daerah tujuan utama mudik, maka Jawa Tengah jadi provinsi dengan perputaran uang terbanyak dengan perkiraan Rp7 triliun hingga 11 triliun. Disusul oleh Jawa Timur dan Jawa Barat dengan perputaran uang diperkirakan mencapai Rp5,5 triliun hingga Rp8,4 triliun dan Rp4,9 triliun hingga Rp7,3 triliun. (tim redaksi)

#indekskeyakinankonsumen
#bankindonesia
#pemulihanekonomi
#endemi
#perputaranuang
#konsumsimasyarakat
#momentumlebaran
#ekonominasional

Tidak ada komentar