Breaking News

Gejala Hepatitis Akut Misterius pada Anak, Kemenkes: Waspada Sindrom Penyakit Kuning

Ilustrasi penyakit hepatitis akut misterius. Foto: iStockphoto/Alena Dzihilevich

WELFARE.id-Pandemi COVID-19 yang menghantui Tanah Air belum lagi usai, kini masyarakat dikejutkan dengan adanya kasus kematian anak akibat terjangkit hepatitis akut yang hingga kini masih misterius. 

Kejadian ini pun menjadi perhatian serius Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang langsung melakukan sejumlah langkah. Pasca kejadian tersebut, Kemenkes telah meningkatkan kewaspadaan dalam dua pekan terakhir. 

Selain itu juga, Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga telah menyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) pada kasus Hepatitis Akut yang menyerang anak usia dini umur 11 bulan hingga 5 tahun yang terjadi di 20 negara Eropa, Amerika dan Asia yang saat ini belum diketahui penyebabnya.  

Kewaspadaan itu dilakukan setelah ada 3 pasien anak yang dirawat di RSUPN Dr. Ciptomangunkusumo, Jakarta dengan dugaan menderita hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya meninggal dunia. 

Kematian 3 anak karena hepatitis akut ini terjadi dalam kurun waktu yang berbeda dalam rentang dua minggu terakhir hingga 30 April 2022. Bahkan, dua anak juga meninggal diduga akibat hepatitis akut. Satu orang di Tulungagung, Jawa Timur dan satu orang lagi di Sumatera Barat. 

Adapun gejala yang ditemukan pada pasien-pasien ini adalah mual, muntah, diare berat, demam, kuning, kejang dan penurunan kesadaran. 

Saat ini, Kemenkes sedang berupaya untuk melakukan investigasi penyebab kejadian hepatitis akut ini melalui pemeriksaan panel virus secara lengkap. Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta sedang melakukan penyelidikan epidemiologi lebih lanjut. 

”Selama masa investigasi, kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan tetap tenang," ujar Juru Bicara Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmizi, Sabtu (7/5/2022).

Setelah resmi dipublikasikan sebagai KLB oleh WHO, jumlah laporan hepatitis akut ini terus bertambah. Tercatat lebih dari 230 kasus dilaporkan oleh lebih dari 20 negara. 

WHO pertama kali menerima laporan pada 5 April 2022 dari Inggris Raya mengenai 10 kasus hepatitis akut yang tidak diketahui etiologinya pada anak-anak usia 11 bulan-5 tahun pada periode Januari hingga Maret 2022 di Skotlandia Tengah. 

Kisaran kasus terjadi pada anak usia 1 bulan sampai dengan 16 tahun. Sebanyak 17 anak di antaranya (10 persen) memerlukan transplantasi hati, dan 1 kasus dilaporkan meninggal. 

Gejala klinis pada kasus yang teridentifikasi adalah hepatitis akut dengan peningkatan enzim hati, sindrom jaundice (Penyakit Kuning) akut, dan gejala gastrointestinal (nyeri abdomen, diare dan muntah-muntah). Sebagian besar kasus tidak ditemukan adanya gejala demam.

Terkait kesiagaan kasus hepatitis akut ini, Kemenkes meminta pihak terkait untuk menginformasikan kepada masyarakat untuk segera mengunjungi Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes) terdekat apabila mengalami sindrom penyakit kuning. 

Masyarakat juga bisa sekaligus membangun dan memperkuat jejaring kerja surveilans dengan lintas program dan lintas sektor. "Tentunya kami lakukan penguatan surveilans melalui lintas program dan lintas sektor, agar dapat segera dilakukan tindakan apabila ditemukan kasus sindrom jaundice akut maupun yang memiliki ciri-ciri seperti gejala hepatitis" ucap dr. Nadia.

Adapun untuk mencegah penularan hepatitis akut misterius masyarakat bisa melakukan beberapa langkah berikut ini: 

1. Mencuci tangan 
2. Memastikan makanan dalam keadaan matang dan bersih 
3. Tidak bergantian alat makan 
4. Menghindari kontak dengan orang sakit 
5. Selalu melaksanakan protokol kesehatan (prokes) terutama mengenakan masker.

Selain itu, orangtua diminta waspada, terlebih jika anak-anak mengalami gejala sebagai berikut: 

1. Gejala kuning 
2. Sakit perut 
3. Muntah-muntah 
4. Diare mendadak 
5. Buang air kecil berwarna teh tua 
6. Buang air besar berwarna pucat 
7. Kejang-kejang
8. Penurunan kesadaran 

"Jika anak-anak mengalami gejala tersebut, segera memeriksakan anak ke fasilitas layanan kesehatan terdekat," tandas dr Nadia juga. (tim redaksi)


#kesehatan
#hepatitisakut
#kemenkes
#who
#badankesehatandunia
#kejadianluarbiasa
#jurubicarakemenkes
#sitinadiatarmizi

Tidak ada komentar