Breaking News

Diduga Ilegal, Gudang Penampungan Pasir Zirkon Digerebek Warga di Kalbar

Gudang penampungan pasir zirkon diduga ilegal di Wajok Hilir, Mempawah, Kalbar. Foto : ist

WELFARE.id-Sebuah gudang penampungan pasir zirkon di Wajok Hikir, Kecamatan Jungkat, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar) digerebek warga, Senin (16/5/2022) malam. 

Selain gudang pasir Zirkon, warga juga mendapati satu orang warga negara asing dari RRC dan beberapa pekerja dari pulau jawa. 

Ketua RT02 RW03 Desa Wajok Hilir, Hamidum mengatakan, beberapa bulan yang lalu, sebagai Ketua RT, dirinya mendapat informasi dari warga jika akan ada perusahaan pengolahan pasir Zirkon yang akan kembali beroperasi di gudang PT Simba. 

Hamidum menerangkan, sebelum bulan puasa lalu, ia memang melihat beberapa orang warga pulau jawa bekerja ada di dalam gudang, yang mana informasinya sedang memasang onderdil mesin. 

''Anehnya, pekerja dari Jawa ini tidak pernah membuat laporan secara resmi ke RT terkait keberadaan mereka. Termasuk keberadaan orang asing,'' ujarnya dikutip Selasa (17/5/2022). 

Hamidum menuturkan, pada saat bulan puasa kemarin, ketika melintas di depan gudang, ia melihat ada aktivitas pengolahan pasir Zirkon di dalam gudang. 

''Tadi sekitar pukul 22.00, saya mau menemui adik saya di dalam kawasan gudang. Tepat melintas di depan gudang ternyata ada aktivitas mesin pengolahan pasir Zirkon. Saya bersama warga langsung masuk ke dalam gudang,'' tandasnya. 

Hamidum menjelaskan, pengolahan pasir Zirkon biasanya menggunakan bahan-bahan yang membahayakan lingkungan. Kalau memang pihak perusahaan mengklaim mengantongi izin, tetapi sampai dengan saat ini, pihaknya belum pernah menerima permohonan izin lingkungan ditingkat RT. ''Jangankan mengajukan permohonan izin lingkungan. Sosialisasi kepada warga untuk aktivitas saja tidak pernah,'' katanya. 

Menurut Hamidum, tidak masuk akan jika perusahaan mengklaim memiliki izin, tetapi permohonan izin lingkungan ditingkat bawah saja tidak pernah dilakukan. 

Kapolsek Jungkat, AKP Sihar Binardi Siagian mengatakan, seorang warga negara asing (WNA) asal China diamankan dari gudang penampungan yang diduga ilegal tersebut. ''Kami menerima laporan dari warga ada dugaan aktivitas penampungan dan pengolahan pasir zirkon ilegal dan keberadaan WNA asal Tiongkok,'' tukasnya. 

Sihar menerangkan, gudang tersebut beroperasi sejak 18 April 2022 dan belum mengetahui secara detail sumber pasir zirkon tersebut. ''Yang bersangkutan baru akan kita periksa hari ini,'' tambahnya. 

Sihargian menyatakan, pada pemeriksaan nanti, pihaknya akan meminta kepada pihak perusahaan untuk menunjukkan dokumen atau izin yang dimiliki termasuk izin yang dimiliki warga negara asing. 

Sementara itu, Manager Legal PT Panca, Widodo mengaku pihaknya merupakan  pemilik pasir tersebut. Dia juga memastikan memiliki izin terkait pasir tersebut.  ''Semua izin ada. Termasuk izin lingkungannya. Tapi untuk itu ada bagian lain yang bisa menjelaskan,'' jelasnya. (tim redaksi

#penampunganpasirilegal
#pasirzirkon
#mempawah
#jungkat
#kalbar

Tidak ada komentar