Breaking News

Deadline Kurang 2 Bulan Lagi, Tax Amnesty II Berhasil Jaring Rp8,04 Triliun

Tax amnesty. Foto: Ilustrasi/ Honey Money

WELFARE.id-Tax amnesty jilid II akan segera berakhir dalam hitungan kurang dari dua bulan. Hingga Minggu (8/5/2022), Pelaksanaan Program Pengungkapan Sukarela (PPS) itu telah diikuti oleh 41.622 wajib pajak dengan 47.963 surat keterangan.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu), pajak penghasilan (PPh) yang diterima negara dari program tersebut hingga pukul 08.00 WIB kemarin, mencapai Rp8,04 triliun dari total pengungkapan harta bersih sebesar Rp79,51 triliun. Secara terperinci, deklarasi harta dalam negeri dan repatriasi oleh wajib pajak mencapai Rp68,55 triliun. 

Sementara itu, deklarasi harta luar negeri mencapai Rp6,17 triliun. Adapun harta yang diinvestasikan telah mencapai Rp4,77 triliun.

Peserta tax amnesty II juga memiliki pilihan untuk menempatkan investasinya di SBN. Wajib pajak juga bisa menempatkan dananya secara langsung di 332 sektor pengelolaan sumber daya alam (SDA) dan energi baru terbarukan (EBT) maupun pendukungnya yang diatur melalui Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 52/KMK.010/2022. 

Beleid itu diterbitkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada 24 Februari 2022 lalu. Ditjen Pajak mengimbau kepada wajib pajak untuk segera memanfaatkan fasilitas ini sebelum batas waktu pelaksanaannya berakhir. 

Adapun pelaksanaan tax amnesty II, akan berakhir pada 30 Juni 2022 mendatang. Sebelumnya, Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Suryo Utomo mengimbau para wajib pajak untuk tak menunda-nunda. 

"Saya ingin mengimbau, kalau ada harta yang belum dilaporkan, tolong dilaporkan. Mumpung ada program PPS,” ujar Suryo dalam sosialisasi Undang-Undang (UU) Harmonisasi Peraturan Perpajakan, beberapa waktu lalu.

Ia menegaskan, saat ini pemerintah memiliki data harta para wajib pajak. Data harta ini menjadi tanda keterbukaan akses informasi keuangan wajib pajak dari dalam negeri maupun luar negeri. 

Nah, dengan transparansi keuangan tersebut, diharapkan wajib pajak bisa melaporkan kewajiban perpajakannya dengan benar. Suryo mengaku sudah melayangkan surat elektronik untuk mengingatkan para wajib pajak dalam mengikuti PPS. 

Bahkan tak hanya PPS, surat elektronik lain juga dilayangkan berupa imbauan SPT Tahunan dan klarifikasi harta. (tim redaksi)

#taxamnestyjilid2
#pengampunanpajak
#ditjenpajak
#pps
#spttahunan
#klarifikasiharta
#kemenkeu
#pph

Tidak ada komentar