Breaking News

Bisa Picu Tsunami 3 Meter, BMKG: Warga NTT Harus Langsung Respons Evakuasi Jika Terasa Gempa Besar

Permodelan tsunami. Foto: Ilustrasi/ Dok.BMKG

WELFARE.id-Koordinator Mitigasi Gempa bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono mengatakan, dari pemodelan yang dilakukan dari sumber gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), pihaknya menemukan potensi tsunami setinggi 3 meter. Hal itu ia katakan dalam diskusi inklusif secara daring, dikutip Sabtu (14/5/2022).

Daryono menjelaskan, dari hasil pemodelan, jika sesar naik Flores aktif dengan kekuatan M 7,4, maka bisa terjadi tsunami hingga 3 meter di Labuan Bajo, Manggarai, Flores, dan Alor. Dampak tsunami akan lebih parah lagi, jika ada ikutan longsoran di dasar laut.

"Profil pantai di NTT yang curam juga memicu terjadinya longsoran dan memicu tsunami," terangnya. Sementara itu, di sumber gempa selatan NTT, yakni zona megathrust Sumba, jika berkekuatan M 8,5 maka kawasan Sumba, Labuan Bajo, Manggarai, Sabu, Rote, Kupang bisa terjadi tsunami di atas 3 meter.

Kemudian dari pemetaan di Desa Tiwatobi Larantuka, Flores Timur, tsunami bisa menjangkau hingga 500 meter dari bibir pantai dengan tinggi gelombang 3-6 meter. Waktu tiba diperkirakan selama 3 menit setelah gempa.

"Masyarakat di sekitar sini harus diedukasi dengan evakuasi mandiri. Tidak bisa menunggu warning (peringatan) BMKG. Karena warning BMKG keluar setelah 5 menit hasil pemodelan kami di daerah yang kami petakan ini," akunya.

Sehingga, masyarakat diimbau jika merasakan gempa kuat saat berada di pantai maka harus segera menjauh. "Tidak perlu menunggu peringatan dini dari BMKG, karena respons evakuasi mandiri dari gempa yang terjadi, yang berhubungan dengan keselamatan," tegasnya. (tim redaksi)

#bmkg
#permodelantsunami
#gempabesar
#nusatenggaratimur
#berpotensitsunami
#picutsunamibesar
#keselamatanwarga
#kewaspadaan

Tidak ada komentar