Breaking News

Bantu Keuangan ISIS, Lima WNI Disanksi Amerika

ISIS. Foto : reuters

WELFARE.id-Pemerintah Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi kepada lima warga negara Indonesia. Mereka merupakan fasilitator keuangan ISIS di Indonesia, Suriah, dan Turki yang mendanai aktivitas kelompok militan itu di Suriah. 

Departemen Keuangan AS menuding lima orang itu berperan penting dalam mendanai perjalanan anggota ISIS ke Suriah dan wilayah lain serta melakukan transfer keuangan untuk mendukung operasional kelompok militan itu di sejumlah kamp di Suriah. 

Bentuk sanksi yang dijatuhkan ialah pembekuan aset dan melarang orang Amerika berurusan dengan mereka. Lima orang tersebut yaitu dua perempuan dan tiga laki-laki. 

Berikut profil lima orang ini, dikutip dari laman Departemen Keuangan AS, Selasa (10/5/2022). 

1. Muhammad Dandi Adhiguna alias Dandi Adhiguna Lesmana alias Dandi Muhammad Adhiguna. Dia tinggal di Kayseri, Turki. Dandi Adhiguna lahir di Gresik, Jawa Timur. Terkait dengan Dwi Dahlia Susanti. 

2. Rudi Heryadi, berasal dari Bogor, Jawa Barat. Terkait dengan ISIS 

3. Ari Kardian, berasal dari Tasikmalaya, Jawa Barat. Dia kelahiran 16 Februari 1990. Terkait dengan ISIS. 

4. Dini Ramadhani, kelahiran 10 Maret 1993. Dia saat ini tinggal di Kayseri, Turki. Dini terkait dengan Dwi Dahlia Susanti. 

5. Dwi Dahlia Susanti, berasal dari Kecamatan Mangkubumi, Tasikmalaya, Jawa Barat. Saat ini Dwi Dahlia berada di Idlib, Suriah. Dia kelahiran 28 Juli 1976. Dwi disebut terkait dengan ISIS. 

Kelima WNI itu punya peran penting dalam mengumpulkan dana di Indonesia dan Turki yang kemudian dana itu dipakai untuk membiayai penyelundupan anak keluar dari kamp dan mengirim mereka ke anggota ISIS untuk direkrut. 

Dwi Dahlia Susanti sudah menjadi pemasok keuangan bagi ISIS sejak 2017 dan membantu anggota ISIS lainnya dengan mentransfer uang melibatkan sejumlah individu di Idonesia, Turki, dan Suriah. Pada akhir 2017 Dwi membantu suaminya mengirimkan uang senilai hampir USD4.000 dan senjata kepada seorang pentolan ISIS. Pada waktu itu Susanti mengalihkan sekitar USD500 dari dana itu untuk pendukung ISIS di dalam jaringannya sendiri. 

Pada wal 2021 Dwi memfasilitasi transfer uang dari Indonesia ke Suriah untuk memberikan dana bagi sejumlah individu yang berada di kamp. Dalam sejumlah kasus, dana tersebut dipakai untuk menyelundupkan anak remaja keluar kamp menuju gurun, tempat mereka ditampung oleh anggota ISIS untuk direkrut. 

Pada pertengahan 2019, Rudi Heryadi memberi saran kepada rekannya untuk pergi ke wilayah ISIS, termasuk Afghanistan, Mesir, kawasan Afrika, dan Yaman. Heryadi juga meminta bantuan dana untuk mereka dan keluarga mereka yang akan ikut serta. Pada 24 Juni 2020 Heryadi didakwa atas kasus terorisme di Indonesia. 

Sanksi dari AS ini juga diberikan kepada Ari Kardian yang sebelumnya sudah didakwa membantu orang Indonesia pergi ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS. 

Selain itu Muhammad Dandi Adhiguna juga memberi bantuan kepada Dwi, termasuk bantuan keuangan dan operasional. Dandi juga menyarankan Dwi memakai rekening bank pribadinya. Pada akhir 2021 Dandi mengisi formulir pendaftaran untuk bergabung dengan ISIS dan mengirimkannya kepada Dwi. Dini Ramadhani juga terlibat memberikan bantuan keuangan kepada Dwi dalam sejumlah urusan. (tim redaksi) 

#wni
#disanksi
#amerika
#isis
#kelompokmilitan

Tidak ada komentar