Breaking News

Aturan DMO Kembali Berlaku Senin Depan, Ekspor CPO Boleh Asal Penuhi Syarat Ini Dulu

Sawit mentah. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Aturan market domestic obligation (DMO) untuk menjaga pasokan minyak sawit mentah (CPO) kembali diberlakukan, menyusul pencabutan larangan ekspor. Agar masyarakat bisa tetap mendapatkan harga minyak goreng (migor) dengan harga terjangkau, pemerintah menggencarkan program Migor Rakyat. 

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyatakan, akan mencabut Peraturan Menteri perdagangan Nomor 22 Tahun 2022 tentang Larangan Sementara Ekspor CPO dan produk turunannya. 

"Sesuai arahan Bapak Presiden, ekspor CPO dan turunannya akan mulai dibuka kembali pada 23 Mei 2022. Ini akan diatur dalam peraturan menteri perdagangan," kata Mendag, Jumat (20/5/2022). 

Ia mengatakan, permendag yang baru akan mengatur aturan-aturan terkait, antara lain, DMO dan mekanisme pengawasan yang melibatkan aparat penegak hukum. DMO sebelumnya sudah pernah diberlakukan. 

Melalui kebijakan DMO, produsen yang ingin melakukan ekspor CPO harus terlebih dahulu memasok CPO di dalam negeri sesuai jumlah yang ditentukan. Adapun dari sisi hilir, lanjutnya, Kemendag bersama BUMN dan pelaku usaha akan terus memperluas akses penjualan minyak goreng curah melalui program Migor Rakyat. 

Program tersebut dalam implementasinya akan menggunakan teknologi aplikasi digital dan tersinkronisasi secara nasional. "Setiap orang dapat membeli minyak goreng curah 1-2 liter per hari dengan menunjukkan kartu tanda penduduk. Saat ini sudah tersedia lebih dari 2.000 titik dan dalam waktu dekat, terjangkau 10 ribu titik," bebernya.

Harga jual minyak goreng di program tersebut sebesar Rp14 ribu per liter. Penyediaan minyak goreng murah itu dilakukan melalui Warung Pangan, jaringan outlet ID Food yang sistem penjualannya dipantau melalui aplikasi digital. 

Titik penjualan berada di dekat pasar tradisional atau daerah padat penduduk. Tujuannya untuk memudahkan masyarakat mendapatkan minyak goreng murah tersebut.

Dirinya merinci, sebelum pelarangan sementara ekspor diberlakukan, pasokan minyak goreng curah pada Maret 2022 hanya sebesar 64.626,52 ton setara dengan 33,2 persen dari kebutuhan nasional. Sedangkan setelah pemberlakuan larangan ekspor, pasokan minyak goreng curah meningkat 108,74 persen dari kebutuhan nasional atau sebesar 211.638,65 ton. 

"Pasokan ini lebih besar 17.004 ton dari kebutuhan nasional sebesar 194.634 ton," ungkapnya. Berdasarkan pantauan Kementerian Perdagangan di lapangan, kata Lutfi, harga minyak goreng curah berangsur turun menuju harga keterjangkauan. 

Hal itu seiring pasokan minyak goreng yang semakin berlimpah. Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kebijakan pencabutan larangan ekspor akan diikuti pemberlakuan DMO dan domestic price obligation (DPO). 

"Sekali lagi saya tegaskan, ini untuk menjamin ketersediaan bahan baku minyak goreng dan menjaga harga TBS di petani kelapa sawit dengan harga yang wajar,” ucapnya.

Airlangga menyebutkan, jumlah DMO dijaga sebesar 10 juta ton minyak goreng yang terdiri atas delapan juta ton minyak goreng dan dua juta ton untuk cadangan. Kementerian Perdagangan akan menetapkan jumlah besaran DMO yang harus dipenuhi oleh masing-masing produsen serta mekanisme untuk memproduksi dan mendistribusikan minyak goreng ke masyarakat secara merata. 

Produsen yang tidak memenuhi kewajiban DMO atau tidak mendistribusikan kepada masyarakat yang ditetapkan oleh pemerintah dikenakan sanksi sesuai aturan yang ditentukan. 

"Ketersediaan pasokan dan penyaluran minyak goreng terus menerus dimonitor dengan memanfaatkan antara lain aplikasi di Kemenperin (SiMirah), dan distribusi di pasar akan menggunakan sistem yang berbasis KTP," paparnya. 

Sementara itu, Direktur Eksekutif Core Mohammad Faisal mengatakan, permasalahan utama minyak goreng berada pada distribusi dari produsen ke konsumen. Oleh karena itu, ia menilai kebijakan DMO belum tentu akan berhasil.  "Bisa saja efektif dengan syarat kalau membenahi tata kelola distribusi di hilir dilakukan,” sarannya. (tim redaksi)

#pencabutanlaranganeskporcpo
#dmo
#minyaksawitmentah
#hargaminyakgoreng
#kebijakandmo
#mendag
#muhammadlutfi
#minyakgoreng

Tidak ada komentar