Breaking News

50 Ribu Pendatang Baru Masuk Jakarta Usai Lebaran, Wagub DKI: Semua Orang Boleh Datang

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. Foto: istimewa

WELFARE.id-Usai Lebaran 2022, arus urbanisasi melanda Provinsi DKI Jakarta. Diperkirakan puluhan ribu warga pendatang masuk Jakarta usai Idul Fitri 1443 Hijriah ini.

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memprediksi 50 ribu pendatang baru yang masuk ke Jakarta setelah musim Lebaran 2022. Ia berharap mereka tidak malah jadi pengangguran nantinya.

Riza juga mengatakan pihaknya tidak mempermasalahkan datangnya pendatang baru ke DKI. Sejak Gubernur Anies Baswedan menjabat, operasi yustisi saat arus balik Lebaran juga sudah ditiadakan sejak beberapa tahun lalu.

"Kita tidak pernah ada pembatasan apalagi larangan orang datang ke Jakarta. Siapapun boleh datang bahkan bekerja di Jakarta," ujar Riza kepada wartawan, Rabu (11/5/2022).

Tapi kepada para pendatang baru, Riza berpesan agar mereka sudah melakukan persiapan terlebih dahulu. Mulai dari menentukan tempat tinggal dan mendapatkan pekerjaan saat hendak tinggal di Jakarta.

”Tolong diperhatikan kembali apakah pendatang yang masuk Jakarta sudah jelas tempat bekerja di mana dan apa pekerjaannya, sebagai apa, dan bekerja melalui siapa," jelas Riza juga.

Politisi Partai Gerindra ini juga tak ingin nantinya para pendatang itu malah menjadi pengangguran karena persiapan yang tidak matang. Lebih baik memiliki informasi yang tepat ketimbang hanya modal nekat.

"Jangan sampai nanti pendatang mendapatkan informasi yang salah, lalu sampai di Jakarta tidak mendapatkan pekerjaan seperti yang diharapkan, kemudian nanti di Jakarta menjadi pengangguran, tidak jelas tinggal di mana, bekerja di mana, akhirnya menimbulkan masalah lainnya," pungkasnya.

Sebelumnya, arus urbanisasi warga baru usai Lebaran 2022 ini diperkirakan akan mengalami peningkatan. Hal ini terjadi karena pemerintah sudah kembali mengizinkan mudik Lebaran setelah dua tahun pelarangan mudik.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan ketika masa mudik, angka orang yang mengajukan pelayanan dokumen kependudukan selalu bertambah. Ia sendiri memprediksi di tahun ini penambahannya mencapai 50 ribu warga baru.

”Biasanya pada bulan yang terjadi arus balik mudik, kami perkirakan bulan Mei ini terjadi lonjakan menjadi 20.000 sampai dengan 50.000 pendatang baru di Jakarta," ujar Budi saat dikonfirmasi, Rabu (4/5/2022).

Budi juga mengatakan, secara keseluruhan jumlah warga yang datang di tahun ini diprediksi mencapai 180 ribu orang. Angka ini mengalami lonjakan dibandingkan dua tahun lalu atau tahun 2019.

Untuk diketahui, tahun 2020 dan 2021, mudik memang dilarang oleh pemerintah karena angka penularan COVID-19 yang meroket di Tanah Air.

Pada tahun 2018, jumlah orang yang mengajukan layanan kependudukan di Pemprov DKI Jakarta berjumlah 151.017 orang. Lalu di tahun 2019 mencapai 169.778 orang.

Sementara ketika mudik dilarang, jumlahnya menyusut di tahun 2020 sampai 113.814 orang. Lalu di tahun selanjutnya mengalami peningkatan meski jumlahnya masih di bawah dua tahun sebelumnya dengan angka 138.740 orang.

"Perkiraan kami tahun ini akan sama dengan tahun 2019 sekitar 150 ribu-180 ribu per tahun dan jumlah bulan terbanyak adalah bulan saat arus balik mudik lebaran," tandas Budi juga. (tim redaksi)

#arusbalik2022
#lebaran2022
#idulfitri1443hijriah
#urbanisasi
#pendatangbaru
#wagubdkijakarta
#ahmadrizapatria
#pemprovdkijakarta
#disdukcapil

Tidak ada komentar