Breaking News

Tujuan Tercapai, Rusia Bakal Akhiri Operasi Militer Khusus di Ukraina

Pemandangan gedung-gedung yang rusak akibat perang Rusia dan Ukraina di wilayah Mariupol, Ukraina, Minggu (3/4/2022). Foto: Reuters

WELFARE.id-Tanda-tanda berakhirnya invasi militer Rusia di Ukraina makin menguat. Usai mundurnya pasukan Rusia dari sejumlah wilayah Ukraina yang didudukinya, sinyal berakhirnya operasi militer khusus itu dalam waktu dekat ini juga mulai terlihat jelas. 

Juru Bicara Kepresidenan Rusia Dmitry Peskov, pada Jumat (8/4/2022), mengatakan operasi militer Rusia di Ukraina bisa berakhir dalam waktu yang dapat diperkirakan. Dia juga menyebut operasi khusus di Ukraina akan dihentikan bila tujuan-tujuan dari operasi tersebut telah tercapai.

Menurut Peskov juga, saat ini militer dan tim perunding Rusia sedang bekerja untuk mencapai target-target invasi militer ke Ukraina dan sebelum diakhirnya perang tersebut.  

Pada Rabu (6/4/2022) lalu, Peskov telah mengatakan, negosiasi antara negaranya dan Ukraina masih terus berlanjut. Namun dia mengakui, proses pembicaraan masih menghadapi kesulitan dan kemajuan yang diharapkan. 

”Proses kerja terus berlanjut, tetapi jauh lebih sulit daripada yang diinginkan. Tentu saja, kami ingin melihat kemajuan yang lebih besar di pihak Ukraina. Masih ada jalan panjang di depan,” ucapnya juga. 

Sementara itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergey Lavrov mengungkapkan, negosiasi antara Moskow dan Kiev untuk perdamaian tidak berjalan mulus. Namun Lavrov menekankan, Rusia akan berusaha mencapai semua tujuannya dalam operasi militer khusus di Ukraina.

”Saya telah memberi pengarahan kepada teman dan kolega saya tentang bagaimana negosiasi antara delegasi Rusia dan Ukraina berjalan. Mereka tidak berjalan lancar, tapi kami akan berusaha memastikan semua tujuan negosiasi tercapai,” kata Lavrov pada Jumat (8/4/2022), dikutip dari laman kantor berita Rusia, TASS.

Saat ini Rusia tengah menghadapi gelombang kecaman baru dari dunia internasional. Pasukan Negeri Beruang Merah itu dituduh menargetkan dan membantai warga sipil di kota-kota sekitar Kiev, terutama Bucha. Rekaman video yang beredar luas di media sosial menunjukkan mayat-mayat warga sipil bergelimpangan di jalanan Kota Bucha.

Lavrov mengatakan rekaman video yang menunjukkan mayat warga sipil bergeletakan di Kota Bucha pasca pasukan Rusia mundur dari daerah itu merupakan ’serangan berita palsu’ yang dilakukan oleh Ukraina. 

Menurut Lavrov ’pementasan’ tersebut bertujuan meningkatkan sentimen anti-Rusia. Rusia memang telah membantah kabar bahwa pasukannya membunuh warga sipil di Bucha dan kota lain di Ukraina yang pernah mereka duduki. (tim redaksi)


#perang
#invasimiliter
#rusia
#ukraina
#jurubicarakepresidenanrusia 
#dmitrypeskov
#menlurusia 
#sergeylavrov

Tidak ada komentar