Breaking News

THR Cair, Pusat Perbelanjaan Mulai Diserbu Pengunjung

Pusat perbelanjaan Pejaten Village mulai dipadati pengunjung. Foto : welfare.id / Dewi Maryani

WELFARE.id-Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran, tinggal menghitung hari. Beberapa perusahaan pun sudah mengeluarkan tunjangan hari raya (THR) pada karyawannya. Maka tak heran, konsumen di Indonesia semakin menunjukkan gairahnya berbelanja. 

Dari pantauan welfare.id, beberapa pusat perbelanjaan mulai ramai dikunjungi. Misalnya saja Grand Indonesia. Mal yang terletak di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat itu, mulai ramai dikunjungi, terutama di akhir pekan. Tak hanya membeli kebutuhan sandang untuk lebaran, spot-spot foto yang instagramable juga jadi buruan para pengunjung. 

Kepadatan juga terlihat di pusat perbelanjaan Pejaten Village, Jakarta Selatan. Setiap lantai mal dipenuhi pengunjung yang ingin menghabiskan uang THRnya. Mulai dari gerai sendal dan sepatu, hingga pakaian anak-anak. 

''Mulai ramai hari Sabtu ini, mungkin karena pas hari Jumat hujan ya. Makanya weekend ini benar-benar membludak pengunjungnya,'' ujar salah satu kasir Matahari Departemen Store, dikutip Minggu (24/4/2022). 

Terpisah, Staf Ahli Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) Yongky Susilo mengatakan, situasi bisnis saat ini sudah menunjukkan perbaikan yang signifikan. Bahkan, ia bilang mulai mengarah ke situasi sebelum pandemi. 

''Aktivitas bisnis offline seperti di pusat-pusat perbelanjaan yang sempat turun drastis pada dua tahun pertama pandemi, kini mulai memperlihatkan berbagai tanda pre-pandemic normalcy,'' tukasnya. 

Perbaikan ini, lanjutnya, akan semakin terakselerasi saat Ramadan 2022, karena biasanya masyarakat akan meningkatkan konsumsinya yang turut didorong pemberian Tunjangan Hari Raya. 

Menurut prediksinya, pertumbuhan ekonomi kuartalan akan mencapai puncak pada kuartal-II karena adanya Ramadan dan Lebaran. 

Menjelang Lebaran, Yongky memaparkan biasanya akan terjadi peningkatan sebesar 30 persen dalam pertumbuhan utang dan pembelian barang elektronik seperti televisi dan kulkas. ''Ini masa yang baik untuk jualan ke depan. Nanti setelah Lebaran, akan ada season kedua saat akhir tahun,'' katanya. 

Berdasarkan catatannya, saat ini masyarakat mulai kembali ke metode offline dalam berbelanja. Mengingat sebelumnya, aktivitas belanja online meningkat tajam selama pandemi. 

Ia memaparkan, ada semacam aktivitas balas dendam yang dilakukan masyarakat misalnya dengan belanja di pusat perbelanjaan, berolahraga di luar ruang, melakukan perjalanan, termasuk juga mempersiapkan mudik. 

Penjualan offline menurut Yongky sedang kembali bertenaga dan akan terus tumbuh asalkan pemerintah tidak memberlakukan pembatasan kembali. 

Sebelumnya, ia mengakui aktivitas belanja online memang meroket terutama saat diberlakukannya pembatasan kegiatan masyarakat. Dalam masa itu, otomastis penjualan offline melandai. 

Di sisi lain, ia memprediksi nantinya akan ada penurunan aktivitas belanja konsumen setelah Lebaran. Menurut dia, ia adalah hal yang lumrah terjadi. ''Setelah Lebaran, duitnya habis. Akan ada penurunan, tetapi setelah 2 sampai 3 minggu akan kembali lagi masuk ke level baru sampai akhir tahun. Tingkatan baru lagi untuk tahun depan,'' tandasnya. 

Tak hanya di pulau Jawa, daerah lain seperti Sumatra dan Kalimantan juga sedang dalam kepercayaan diri yang tinggi untuk berbelanja. Sebab, harga komoditas seperti crude palm oil (CPO) atau minyak mentah masih tinggi. ''Mereka sedang menikmati pertumbuhan harga, meskipun tingkat inflasi tinggi,'' pungkasnya. (tim redaksi) 

#pusatperbelanjaan
#mal
#thr
#thrcair
#belanja
#belanjalebaran
#shopping

Tidak ada komentar