Breaking News

Tawuran Sarung Berakhir Dilerai, 11 Remaja Digelandang ke Polrestabes Semarang

Tawuran sarung dengan ujung yang digantungi benda tajam. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Meski pihak kepolisian sudah melarang aktivitas Sahur on the Road (SOTR) yang dinilai berisiko memicu tawuran, tapi aksi tersebut tetap saja terjadi.

Seperti di Semarang, Jawa Tengah, tindakan tegas dilakukan jajaran Polrestabes Semarang terhadap aksi tawuran sarung di bulan puasa.

Sebanyak 11 remaja digelandang ke kantor polisi saat terlibat tawuran dengan menggunakan sarung sebagai senjata pada Jumat (8/4/2022) dini hari menjelang waktu sahur. 

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Donny Lumbantoruan mengatakan, penangkapan belasan remaja dari dua kelompok yang berbeda tersebut berawal dari laporan masyarakat.

"Petugas yang sedang patroli menindaklanjuti laporan tentang adanya remaja yang tawuran dengan memakai sarung di persimpangan Jalan Supriadi," kata Donny, dikutip Sabtu (9/4/2022). 

Ia menjelaskan, para pelaku dari kelompok Palebon dan Sendangguwo tersebut menggunakan sarung yang ditalikan pada bagian ujungnya sebagai senjata.

Tawuran itu sendiri bermula ketika salah satu kelompok mengunggah foto di media sosial yang kemudian ditantang tawuran oleh kelompok lain. Setelah diamankan, para remaja tersebut didata di Mapolsek Pedurungan, sebelum akhirnya orang tua masing-masing anak diminta datang untuk menjemput.

Terhadap kesebelas remaja tersebut, lanjutnya, tidak akan dilanjutkan ke proses hukum lebih lanjut dan pembinaan selanjutnya diserahkan ke orang tua masing-masing. 

Ia mengimbau para orang tua untuk mengawasi dan mengarahkan anak-anaknya agar tidak mudah berkeliaran saat waktu sahur maupun usai pelaksanaan salat tarawih. (tim redaksi)

#aksitawuranremaja
#tawuransarung
#momenbulanpuasa
#pengawasanorangtua
#polrestabessemarang
#jawatengah

Tidak ada komentar