Breaking News

Target Juni 2022, Pemerintah Bakal Bentuk Entitas Khusus Batu Bara

Proses pengiriman batu bara. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Melonjaknya harga batu baru dunia membuat RI kelabakan. Ada disparitas yang cukup lebar antara harga batu bara di pasaran dengan harga DMO yang hanya sekitar USD70 per ton.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, pemerintah akan membentuk lembaga khusus alias entitas batu bara pada Juni 2022. Lembaga itu akan berada di bawah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.

"Jadi memang entitas khusus ini sedang dalam proses bisa dilembagakan dan targetnya Juni. Nanti koordinasinya di bawah menteri koordinator bidang kemaritiman dan investasi, pastinya akan melibatkan asosiasi," ujar Arifin dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI, Rabu (13/4/2022).

Ia menjelaskan, entitas khusus batu bara juga akan melibatkan asosiasi pengusaha, salah satunya Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Nantinya, akan ada beberapa program yang dilakukan lembaga tersebut.

"Akan ada beberapa program skema yang akan dilakukan tapi pada intinya adalah nanti penugasan itu diberikan kepada beberapa penambang-penambang yang besar," ungkapnya. Ia melanjutkan, fungsi lembaga itu nantinya yaitu menarik iuran dari perusahaan untuk menutup selisih harga batu bara di pasaran dengan harga DMO yang sebesar USD70 per ton.

"Selisih harga itu akan ditanggung melalui iuran. Jumlah iuran akan tergantung daripada kapasitas dan spesifikasi perusahaan," rincinya.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Maman Abdurrahman menyambut baik rencana pemerintah. Menurutnya, entitas khusus batu bara harus segera direalisasikan. 

Pasalnya, harga batu bara terus melonjak, sedangkan DMO dipatok hanya USD70 per ton. "Solusi jangka panjangnya harus segera direalisasikan pembentukan entitas khusus tersebut kalau mau ini segera beres. Karena kalau tidak akan terus bermasalah dengan DMO," ungkapnya.

Harga terus melesat

Batu bara tidak butuh waktu lama untuk kembali membara. Harga batu bara langsung melesat 7% dan menembus level USD300 setelah sempat mengalami penurunan pada Senin (11/4/2022).

Pada perdagangan Selasa (12/4/2022), harga batu bara kontrak Mei ditutup di level USD317,75 per ton. Melonjak 6,93% dibandingkan hari sebelumnya. 

Level tersebut adalah yang tertinggi sejak 14 Maret 2022 atau 29 hari lalu, di mana batu bara ada di level USD336,15 per ton. Level tersebut juga menandai kembalinya si batu hitam ke batas USD300 per ton yang terakhir terjadi pada 15 Maret lalu (USD303,35). 

Dalam sepekan, harga batu bara sudah melejit 9,82%, tetapi dalam sebulan masih melemah 12,14%. Dalam setahun, harga batu bara sudah melejit 268,62%.

Lonjakan harga batu bara dipicu oleh sejumlah faktor. Di antaranya adalah kekhawatiran kurangnya pasokan, kembali meruncingnya ketegangan perang Rusia-Ukraina, serta masih ganasnya kasus COVID-19 di Tiongkok. Kekhawatiran kurangnya pasokan muncul setelah Jepang dan Uni Eropa mengumumkan pemberlakuan larangan impor batu bara dari Rusia. 

Kebijakan tersebut membuat negara Uni Eropa dan Jepang harus berebut menemukan pemasok baru untuk menggantikan Rusia. Persaingan tersebut tak ayal lagi membuat harga batu bara semakin meroket.

"Pembeli batu bara harus mencari pasokan dari Afrika Selatan dan wilayah Amerika dalam waktu yang singkat," tutur seorang trader yang berbasis di Eropa kepada S&P.

S&P dalam laporannya Europe's sanction on Russian coal fosters call of duty toward energy transition memperkirakan, negara Uni Eropa mengimpor batu bara sebanyak 50 juta ton dari Rusia. Pasokan sebanyak itu diharapkan bisa diperoleh dari Amerika Serikat, Kolombia, Afrika Selatan, hingga Indonesia. (tim redaksi)

#hargabatubarumelesat
#perangrusiaukraina
#unieropastopimporbatubararusia
#pasokanbatubarabaru
#indonesiapengeksporbatubara
#dmo
#entitaskhususbatubara
#menteriesdm
#arifintasrif

Tidak ada komentar