Breaking News

Tanggap Darurat di Kutabima Diperpanjang 14 Hari, BPBD Cilacap Cek Kemiringan dan Titik Tanah Labil

Bencana longsor. Foto: Ilustrasi/ Dok.BPBD

WELFARE.id-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap memperpanjang masa tanggap darurat penanganan bencana tanah longsor terjadi di Dusun Citulang, Desa Kutabima, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah hingga 14 hari ke depan. Perpanjangan tanggap darurat ini mempertimbangkan banyak hal. 

Salah satunya yakni bahaya longsor susulan yang masih sangat mungkin terjadi. Longsor pertama terjadi pada Kamis (31/3/2022) malam lalu.

Hal itu setelah pihak BPBD Cilacap melihat adanya risiko kemiringan tanah permukiman dan labilitas tanah di lokasi terjadinya longsor. Terlebih, sebelah atas permukiman kemiringan mencapai 70 derajat dan sangat rawan longsor.

"Kalau 70 derajat itu mungkin bisa longsor cepat,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap Wijonardi, dikutip Kamis (14/4/2022). Berdasarkan rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) diperlukan langkah pengamanan untuk menekan seminimal mungkin risiko longsor. 

Diperkirakan, pekerjaan ini memerlukan waktu hingga dua pekan ke depan dengan pengerahan alat berat dan pemasangan pengaman. Perpanjangan status tanggap darurat ini juga berkaitan dengan sejumlah fasilitas penunjang kehidupan warga korban longsor yang belum sepenuhnya siap. 

Di antaranya jaringan air bersih, listrik, dan sebagainya. "Nah, kemudian kemarin hasil rekomendasi PVMBG, masih banyak pekerjaan yang harus kita selesaikan. Sehingga saya mengajukan lagi untuk perpanjangan. Dalam masa perpanjangan ini, mudah-mudahan, saya hanya mengajukan 14 hari, dalam waktu itu bisa selesai,” harapnya.

Ia juga menjelaskan, perpanjangan masa tanggap darurat ini dilakukan untuk memudahkan operasional penanganan longsor yang melibatkan lintas instansi. Status tanggap darurat ini menjadi dasar hukum masing-masing instansi untuk melakukan penanganan sesuai dengan bidangnya.

Diketahui, selain BPBD, penanganan longsor di Kutabima melibatkan PUPR, BBWS Citanduy, Dinas Sosial, dan sejumlah instansi lainnya. "Pengajuan untuk tanggap darurat itu kan 14 hari. Kemarin itu kita mengambil tanggap darurat pertama itu, 15 hari. Karena melihat dampak yang ditimbulkan,” sebutnya.

Dalam longsor ini, sebanyak 72 keluarga yang terdiri dari sekitar 200 lebih jiwa terdampak. Sedikitnya 100 orang mengungsi di SD Negeri 4 Kutabima. 

Sementara, sekitar 23 lainnya mengungsi di tempat saudaranya. Sisanya sudah kembali ke rumah lantaran berada di luar zona merah longsor. (tim redaksi)

#bencanalongsor
#dusuncitulang
#desakutabima
#cilacap
#jawatengah
#bpbdcilacap
#perpanjangantanggapdarurat
#potensilongsorsusulan

Tidak ada komentar