Breaking News

Tak Dicover Pemerintah, Lansia Habiskan Belasan Juta Demi Sembuh dari COVID-19

Ilustrasi. Foto : net

WELFARE.id-Warga Negara Indonesia (WNI) yang dinyatakan sebagai pasien COVID-19 tidak perlu membayar selama menjalani perawatan di rumah sakit. Sebab, pemerintah menjamin seluruh biaya perawatan pasien COVID-19 di rumah sakit ditanggung negara. 

Penegasan mengenai pembebasan biaya ini disampaikan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) melalui laman resmi penanganan COVID-19 di Indonesia. KPC PEN menyebut RS tidak dibenarkan menarik biaya dari pasien COVID-19. 

''Namun dalam situasi ketika pasien dan keluarga pasien COVID-19 ingin mendapatkan layanan yang lebih sehingga naik kelas layanan, ada selisih biaya yang dimintakan kepada pasien,'' tulis KPC PEN,  

Namun sepertinya pengumuman ini tidak berlaku bagi seorang lansia bernama SR, berusia 62 tahun. Lansia yang tinggal di Desa Cikakak, Kecamatan Cikakak ini memang berhasil sembuh dari virus tersebut. Namun pihak keluarga harus merogoh kocek sendiri dwmi kesembuhan lansia tersebut. 

Kisahnya dibagikan langsung oleh anak keduanya, DC. Perempuan tersebut menceritakan, ibunya dinyatakan positif Covid-19 setelah menjalani test swab. Sebelum ditest swab, ibunya sempat mengeluh kehilangan penciuman, DC pun langsung meminta dokter untuk melakukan test swab sekeluarga. 

''Kalau info jelasnya saya sih kurang tahu lebih detail lagi karena saya tinggal beda kota, kebetulan nyokap (ibu) itu ada keluhan kehilangan penciuman sebelum saya pulang,'' ujar perempuan 33 tahun tersebut. 

''Dari situ kan saya mulai merasa, lalu besok paginya saya langsung minta dokter mengecek satu keluarga, dan ternyata benar hasilnya terpapar dua orang, pengasuh anak saya dan nyokap, jadi dua orang totalnya yang positif,'' tambahnya. 

Kini kondisi ibunya dinyatakan membaik dan sembuh dari COVID-19 setelah menjalani test swab kembali dua hari lalu. Saat ini ibunya masih harus menjalani isolasi mandiri. ''Alhamdulillah hasil swab kedua PCR hasilnya negatif setelah 14 hari positif, kemungkinan ya isolasi tujuh hari kedepan,'' tukasnya. 

DC menuturkan, ibunya bisa sembuh dari COVID-19 karena terus menjaga imun dan mengkonsumsi vitamin serta obat dari resep dokter. 

Tak hanya itu, patuh terhadap protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan) juga jadi hal penting agar terhindar dari virus mematikan ini. ''Kisah menjadi sembuh intinya jaga imun, kita hajar dari obat-obatan, vitamin juga, resep dari dokter dan resep dari semua orang yang kasih info ke saya, saya coba untuk beli dan lakukan,'' tukasnya. 

Untungnya, lanjutnya, semuanya berjalan dengan lancar sesuai dengan prediksinya. ''14 hari alhamdulillah negatif. Iya itu juga protokol kesehatan, jadi selama isolasi pun mamah di rumah tetap pakai masker walaupun sendiri,'' ucapnya. 

DC mengaku, dirinya mengeluarkan biaya sendiri tanpa bantuan dari pemerintah, mulai dari biaya test swab, biaya dokter, sterilisasi rumah hingga akhirnya ibunya sembuh. 

Ia menyebut, belasan juta telah ia keluarkan untuk membiayai pengobatan ibunya agar sembuh dari COVID-19. ''Untuk pemeriksaan sih ada, tapi itu pun atas permintaan saya sendiri, kalau untuk pemeriksaan dari Puskesmas ataupun desa yang sudah mengetahui ada warganya yang kena Covid sama sekali nggak,'' ujarnya. 

''Inisiatif saya sendiri (panggil dokter), kalau penelusuran dari medis sejauh ini untuk datang mengecek kondisi mamah saya nggak ada. Semuanya sendiri sampai sembuh, nggak ada bantuan dari pemerintah, lumayan lah jutaan pasti yah, nyampe belasan,'' tambahnya. 

DC pun berpesan, agar masyarakat benar-benar mematuhi protokol kesehatan agar terhindar dari COVID-19. Karena dirinya juga meraskan duka mendalam kehilangan dua orang keluarga meninggal dunia karena COVID-19. 

''Pesan dari saya dan keluarga, terutama kami memang sudah mengalami kedukaan di Desember kemarin dua orang keluarga kami meninggal, dan mamah adalah orang ketiga yang usianya cukup lanjut. 

Jadi pesan saya benar-benar menjaga protokol kesehatan, tetap pakai masker kemanapun kita pergi, mau itu saudara atau teman sekalipun tetap jaga protokol kesehatan,'' pungkasnya. (tim redaksi

#covid19
#pasiencovid19
#lansia
#isolasi
#isolasimandiri
#covidbiayasendiri

Tidak ada komentar