Breaking News

Soal Dea Onlyfans, Polisi Tegaskan Marshel Hanya untuk Kepentingan Pribadi

Komika Marshel Widianto usai pemeriksaan di Polda Metro Jaya.  Foto : instagram @marshel_widianto

WELFARE.id-Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan menegaskan, Marshel Widianto membeli konten milik tersangka Dea OnlyFans hanya untuk kepentingan pribadi. 

Hal tersebut disampaikan Marshel saat diperiksa sebagai saksi oleh penyidik karena membeli satu Google Drive berisi 76 video asusila serta sejumlah foto tanpa busana milik Dea. ''Kepentingan pembelian itu untuk kepentingan pribadi. Jadi, tidak dipublikasikan lagi kepada pihak lain atau media sosial,'' ujarnya di Polda Metro Jaya, dikutip Jumat (8/4/2022).. 

Berdasarkan hasil keterangan Marshel, kata Zulpan, penyidik masih menetapkan status Marshel sebagai saksi. ''Kemungkinan apabila dibutuhkan untuk kebutuhan kelengkapan berkas perkara kasus ini akan kita panggil lagi,'' tukasnya. 

Kepada polisi, Marshel mengaku mengeluarkan uang sebesar Rp1,5 juta untuk membeli konten asusila Dea OnlyFans. 

Setelah pembayaran dilakukan, Marshel mendapatkan tautan Google Drive dari Dea OnlyFans yang berisi 76 video asusila beserta sejumlah foto tanpa busana. ''Belinya waktu itu sekitar Rp 1,4 juta sampai Rp 1,5 juta. Itu satu Google Drive,'' kata komika berambut keriting itu. 

Namun pria asal Tanjung Priok itu mengaku hanya satu kali mengakses Google Drive tersebut. Sebab, tautan itu memerlukan kata sandi yang hanya bisa diakses satu kali. 

Diberitakan sebelumnya, Dea OnlyFans ditangkap polisi di Malang, Jawa Timur, pada Kamis (24/3/2022). Dia ditangkap jajaran Ditreskrimsus Polda Metro Jaya karena memperjualbelikan foto vulgar dan video asusila melalui situs berbayar OnlyFans. 

Pada 26 Maret 2022, pemilik nama lahir Gusti Ayu Dewanti itu ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan pornografi. Meski menyandang status tersangka, Dea tidak ditahan dan hanya menjalani wajib lapor setiap Senin dan Kamis. 

Alasannya karena keluarga sebagai jaminan dan Dea yang masih seorang mahasiswa. Dea OnlyFans dijerat Pasal 27 Ayat (1) jo Pasal 45 Ayat (1) Undang Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. 

Selain itu, Pasal Pasal 4 Ayat (1) jo Pasal 29 dan atau Pasal 4 Ayat (2) jo Pasal 30 dan atau Pasal 8 jo Pasal 34 dan atau Pasal 9 jo Pasal 35 dan atau Pasal 10 jo Pasal 36 Undang Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. (tim redaksi) 

#marshelwidianto
#komika
#deaonlyfans
#videoasusila

Tidak ada komentar