Breaking News

Selain Pertalite dan Solar Bersubsidi serta Gas 3 Kg, Tarif Dasar Listrik Juga Bakal Naik Tahun Ini

Ilustrasi rencana kenaikan tarif dasar listrik (TDL) yang akan menyasar 13 golongan pemakaian listrik tahun 2022 ini. Foto: Istimewa

WELFARE.id-Beban masyarakat dipastikan akan bertambah tahun ini dampak kenaikan minyak mentah dunia akibat perang Rusia-Ukraina. Imbasnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif berencana menaikkan harga sejumlah komoditas energi.

Seperti BBM pertalite dan solar bersubsidi, elpiji 3 kg dan tarif dasar listrik (TDL). Kenaikan harga tersebut merupakan upaya pemerintah demi menghemat APBN. Jika tak ada penyesuaian harga, kondisi tersebut bakal memberatkan keuangan negara.

Skema penyesuaian tarif listrik yang kabarnya akan dilakukan pada tahun ini juga sudah dibuat. Skema penyesuaian tarif listrik jadi strategi jangka pendek sektor ketenagalistrikan guna menghadapi harga minyak dunia terus melonjak. 

Arifin Tasrif mengatakan bahwa pemerintah melakukan penyesuaian atau pengurangan penggunaan bahan bakar minyak dan tekanan APBN di sektor ketenagalistrikan. 

"Dalam jangka pendek rencana penerapan tarif adjustment tahun 2022 ini untuk bisa dilakukan penghematan kompensasi sebesar Rp7-16 triliun," terang Arifin Tasrif. 

Menurutnya juga, PLN akan melakukan optimalisasi pembangkit dengan bahan bakar domestik berupa pembangkit listrik tenaga uap dan pembangkit listrik tenaga energi baru dan terbarukan. 

Hal itu menjadi langkah untuk mengefisienkan biaya pokok penyediaan listrik sekaligus strategi energi primer perseroan. 

"Dilakukan percepatan pembangunan PLTS atap targetnya 450 megawatt di tahun 2022," katanya juga. 

Arifin Tasrif juga mengatakan pembangunan energi baru terbarukan dari APBN, antara lain PLTS atap, PLTMH, Apdal, dan lain-lain, serta peningkatan efisiensi pemanfaatan energi. 

Diketahui, penyesuaian tarif (adjustment) merupakan mekanisme mengubah atau menetapkan turun-naiknya besaran tarif listrik mengikuti perubahan besarnya faktor ekonomi mikro agar tarif yang dikenakan kepada konsumen mendekati BPP atau Biaya Pokok Penyediaan Listrik.

Penerapan penyesuaian tarif dilakukan untuk mempertahankan kelangsungan pengusahaan penyediaan tenaga listrik, peningkatan elektrifikasi, dan peningkatan mutu pelayanan kepada konsumen.

Tak hanya itu, penerapan itu juga dapat mendorong subsidi listrik lebih tepat sasaran akibat adanya perubahan kurs, harga minyak mentah Indonesia (ICP) dan inflasi untuk pembiayaan penyediaan tenaga listrik, termasuk soal bahan bakar. 

Sementara itu, dalam skema penyesuaian tarif listrik yang direncanakan pemerintah menyasar kepada 13 golongan.

Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 28 Tahun 2016, 13 golongan yang masuk dalam skema penyesuaian tarif listrik 2022 yakni: 

1. Tarif R-1 untuk rumah tangga kecil dengan daya 900 VA.
2. Tarif R-1 untuk rumah tangga kecil dengan daya 1.300 VA.
3. Tarif R-1 untuk rumah tangga kecil dengan daya 2.200 VA.
4. Tarif R-2 untuk rumah tangga menengah dengan daya 3.500 VA sampai 5.500 VA.
5. Tarif R-3 untuk rumah tangga besar dengan daya di atas 6.600 VA.
6. Tarif B-2 untuk bisnis menengah dengan daya 6.600 VA sampai 200 kVA.
7. Tarif B-3 untuk bisnis besar dengan daya di atas 200 kVA.
8. Tarif I-3 untuk industri menengah pada tegangan menengah dengan daya di atas 200 kVA.
9. Tarif I-4 untuk industri besar pada tegangan tinggi dengan daya di atas 30.000 kVA.
10. Tarif P-1 untuk keperluan kantor pemerintah sedang pada tegangan rendah dengan daya 6.600 VA sampai 200 kVA.
11. Tarif P-2 untuk keperluan kantor pemerintah besar pada tegangan menengah dengan daya di atas 200 kVA.
12. Tarif P-3 untuk keperluan penerangan jalan umum pada tegangan rendah.
13. Tarif L untuk tarif layanan khusus pada tegangan rendah, menengah, serta tinggi. (tim redaksi)


#kenaikanhargaenergi
#tarifdasarlistrik
#hargapertalite
#kementerianenergidansumberdayamineral
#esdm
#menteriesdm
#arifintasrif

Tidak ada komentar