Breaking News

Sambut Malam Takbiran, Warga Pontianak Gotong Royong Buat Meriam Karbit

Warga membunyikan meriam karbit di tepi Sungai Kapuas, Kota Pontianak, Provinsi Kalbar, pada malam takbiran Lebaran tahun lalu. Foto: Antara

WELFARE.id-Bagi warga Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), membunyikan meriam karbit jadi tradisi saat malam takbiran. Jadi jangan heran saat ini, masyarakat yang bermukim di tepian Sungai Kapuas itu tengah mempersiapkan permainan meriam karbit tersebut. 

 ”Kami sudah melakukan persiapannya sejak dua minggu yang lalu, targetnya malam ini sudah selesai semua pembuatan meriam karbit untuk dibunyikan saat malam takbiran nanti,” terang Koordinator Meriam Karbit Gang Landak, Alpian, Sabtu (22/4/2022).

Ia juga menjelaskan, ada sebanyak 12 meriam karbit yang disediakan di Gang Landak. Untuk diketahui, meriam karbit itu  terbuat dari paralon ukuran besar kemudian diberi ornamen khas Melayu Pontianak yakni lukisan corak insang biar lebih menarik.

Permainan meriam karbit telah menjadi warisan budaya tak benda di Kota Pontianak karena itu harus tetap dilestarikan. Namun karena masih adanya pandemi COVID-19 jumlah meriam karbit yang ada masih terbatas.

”Persiapan pembuatan meriam karbit ini kurang lebih satu bulan dari awal Ramadan. Pada malam-malam Ramadan, sesekali meriam karbit juga dihidupkan untuk diuji coba sekaligus meriahkan malam puasa,” ujarnya juga.

Menurut dia pembuatan meriam karbit di gang ini telah dilakukan turun-temurun, proses pembuatan meriam karbit tersebut pun hasil dari kerja gotong-royong masyarakat Gang Landak.

Dia memaparkan cara bermain meriam karbit dimulai dengan menutup lubang pada moncong meriam karbit menggunakan kertas koran bekas, selanjutnya meriam diisi air serta karbit dengan takaran yang menyesuaikan besaran dari meriamnya.

Ketika meriam sudah dipastikan siap dibunyikan, lubang yang telah disediakan di bawah meriam disulut dengan api hingga terdengar bunyi dentuman. Besarnya suara dentuman tergantung banyak dan sedikinya karbit yang ditaruh di bagian hulu meriam.

”Selain meriam karbit, nanti kami juga akan membuat boneka kuntilanak yang juga merupakan ikon kota Pontianak dan diletakkan di atas meriam tersebut menggunakan kawat,” paparnya juga.

Dia berharap pandemi COVID-19 cepat selesai sehingga tahun berikutnya bisa menyambut Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri dengan lebih meriah lagi. Utamanya, festival meriam karbit dapat diadakan kembali seperti tahun-tahun sebelumnya.
 
Sebelumnya, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyatakan kalau penyelenggaraan Festival Meriam Karbit tahun ini kembali ditiadakan sebagaimana tahun lalu, tetapi untuk permainan meriam karbit tetap diperkenankan.

”Kalau masyarakat ingin memainkan meriam karbit silakan, tetapi tahun ini kita tidak menggelar festival seperti tahun-tahun sebelumnya karena masih pandemi Corona,” kata Edi Rusdi Kamtono beberapa hari lalu. (tim redaksi)


#meriamkarbit
#ramadan
#sambutmalamtakbiran
#idulfitri1443hijriah
#kotapontianak
#kalimantanbarat
#provinsikalbar
#walikotapontianak
#edirusdikamtono

Tidak ada komentar