Breaking News

Pertamina Dilarang Layani Pengecer dengan Jeriken, Ternyata Ada Bahayanya Juga

Antrean jeriken di SPBU. Foto: Ilustrasi/ Media Kepri

WELFARE.id-Pertamina mengeluarkan aturan tentang pelarangan pembelian BBM jenis Pertalite menggunakan jeriken. Larangan penjualan ini ditujukan ke SPBU di wilayah Jatimbalinus.

"Sehubungan dengan perubahan status Pertalite dari Jenis BBM Umum (JBU) menjadi Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP), maka bersama ini kami tegaskan bahwa SPBU/Lembaga Penyalur DILARANG melayani pembelian Pertalite dengan jeriken/drum yang digunakan untuk diperjualbelikan kembali (pengecer)," tulis Region Manager Retail Sales Jatimbalinus Fedy Alberto, dalam keterangan resminya kepada wartawan, dikutip Jumat (8/4/2022).

Hal itu mengacu pada UU RI No 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi. Selain itu, sesuai Peraturan Presiden No 191 tahun 2014 tentang penyediaan, pendistribusian, harga jual eceran bahan bakar minyak dan keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI No 37.K/HK.02/MEM.M/2022 tentang jenis bahan bakar minyak khusus penugasan.

Jika terjadi pelanggaran pelayanan pertalite, pihaknya menyebut, akan dilakukan pembinaan/sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. Alasan pelarangan pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite menggunakan jeriken selain karena perubahan status dari BBM tersebut, juga karena faktor keamanan.

Jauh sebelum aturan tersebut dikeluarkan, menyimpan BBM menggunakan jeriken dari dulu sangat tidak disarankan. Apalagi, jika menggunakan jeriken yang terbuat dari bahan plastik.

Melansir Kompas.com, Jumat (8/4/2022), Ahli Konversi Energi dari Fakultas Teknik dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung Tri Yuswidjajanto Zaenuri pernah menjelaskan, bahan bakar memiliki senyawa khusus yang dapat merusak wadah berbahan plastik. "Kandungan polimer dari wadah plastik bisa rusak dan larut jika bertemu dengan bensin. Lama-kelamaan bisa menipis dan bocor,” ujar Yus.

Jeriken yang aman untuk menyimpan BBM sudah diatur spesifikasinya dalam standar internasional. Jeriken tersebut juga harus memenuhi sertifikasi ANSI/ASTM F85208.

Jeriken harus memenuhi aspek material, internal hydrostatic pressure, ketahanan terhadap usia pemakaian yang berulang-ulang, antikarat, tahan panas, hingga dibedakan berdasarkan warna sesuai jenis BBM yang diisikan. "Pemakaian jeriken dari bahan plastik tidak bermasalah selama sesuai dengan peruntukannya dan memilih produk yang telah berstandar," ulasnya.

Jeriken dari bahan plastik mungkin lebih murah dan lebih mudah didapatkan. Sementara itu, jeriken pelat baja lebih mahal dan hanya dijual di toko-toko tertentu, tetapi setidaknya lebih aman.

Pada berbagai situs jual beli online atau e-commerce, jeriken besi atau jeriken pelat baja dengan kapasitas 10 liter dijual di kisaran Rp650.000 hingga Rp700.000. Sedangkan untuk kapasitas 20 liter, harganya di kisaran Rp800.000. (tim redaksi)

#jeriken
#laranganmembelipertalitedenganjeriken
#pertalite
#pengecer
#pertamina
#jenisbbmkhususpenugasan

Tidak ada komentar