Breaking News

PDRB Kalimantan Utara Bertambah Rp33,74 T

Pertambangan di Kaltara. Foto : dpmptsp kaltara

WELFARE.id-Selama kurun waktu lima tahun terakhir, yakni tahun 2017 hingga 2021, Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) di Provinsi Kalimantan Utara bertambah Rp33,74 triliun. 

Koordinator Neraca Wilayah dan Analisis Statistik pada Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara, Trino Junaidi menjelaskan, PDRB menjadi indikator yang mencerminkan kinerja perekonomian suatu daerah.

''PDRB merupakan total dari nilai tambah yang tercipta dari seluruh aktivitas ekonomi. Dengan demikian, perubahan angka PDRB menunjukkan naik atau turunnya aktivitas ekonomi pada wilayah tersebut,'' jelasnya, dikutip Minggu (10/4/2022). 

Ia menjelaskan, secara nominal dalam waktu lima tahun itu, PDRB Kalimantan Utara terus mengalami peningkatan, yaitu dari Rp76,93 triliun pada 2017 menjadi Rp110, 67 triliun pada 2021. 

Sementara itu, jika dilihat secara riil atas dasar harga konstan 2010, PDRB Kaltara sempat terkontraksi pada tahun 2020. ''Hal ini merupakan dampak adanya pandemi COVID-19 yang menghambat kinerja perekonomian pada berbagai sektor,'' tukasnya. 

Kendati demikian, lanjutnya, setelah hampir dua tahun menghadapi pandemi COVID-19, perekonomian Kalimantan Utara mulai membaik. 

Laju pertumbuhan ekonomi tahun 2021 mencapai 3,98 persen, dimana nilai PDRB atas dasar harga konstan meningkat dari Rp60,75 triliun pada 2020 menjadi Rp.63,16 triliun pada 2021. 

Dilihat dari sisi lapangan usaha, perekonomian di Kaltara masih ditopang empat lapangan usaha dengan share terbesar. 

Pertambangan dan penggalian sebesar 26,72 persen, pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 16,34 persen, konstruksi sebesar 13,68 persen  dan perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 12,49 persen. 

''Keempat kategori lapangan usaha ini memberikan kontribusi lebih dari dua pertiga dari total PDRB. Sementara itu, lapangan usaha lainnya, masing-masing mempunyai distribusi kurang dari 10 persen,'' tandasnya. 

Tingginya peranan kelima lapangan usaha ini menyebabkan arah pertumbuhan PDRB sangat bergantung dengan naik-turunnya aktivitas ekonomi lapangan usaha tersebut. 

Dari kelima lapangan usaha ini, lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan; pertambangan dan penggalian; industri pengolahan; dan perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor mengalami peningkatan. 

''Hal ini lah yang mendorong tumbuhnya ekonomi Provinsi Kalimantan Utara pada 2021. Walaupun demikian, pertumbuhannya masih terbilang melambat jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi pada tahun-tahun sebelum masuknya pandemi,'' tukasnya. 

Untuk lapangan usaha lainnya, disebut juga mengalami peningkatan. Meskipun beberapa masih tumbuh melambat dibandingkan tahun 2020. 

Beberapa lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi pada tahun 2021 diantaranya jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 8,55 persen, informasi dan komunikasi sebesar 7,87 persen dan jasa keuangan sebesar 7,17 persen. 

Sementara itu, untuk melihat gambaran rata-rata pendapatan per satu orang penduduk dalam satu tahun, dapat dihitung PDRB per kapita. 

PDRB per kapita di Kaltara selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. ''Tahun 2021, PDRB per kapita di Provinsi Kalimantan Utara mencapai Rp155,08 juta,'' imbuhnya. 

Kendati PDRB per kapita di Kaltara terbilang tinggi, hal ini tidak dapat serta-merta menjadi tolok ukur kesejahteraan seluruh masyarakat. 

Alasannya, PDRB per kapita dihitung dengan membagi rata PDRB dengan jumlah penduduk tanpa memperhitungkan distribusi pendapatan. ''Artinya setiap masyarakat dianggap memiliki pendapatan yang sama,'' pungkasnya. (tim redaksi

#pdrb
#kaltara
#bpskaltara
#ekonomi

Tidak ada komentar