Breaking News

Pasien 95 Tahun Sembuh dari COVID-19 di Pontianak

Tadjeri Soelaiman, 95, lansia asal Pontianak, berhasil sembuh dari COVID-19. Foto : ist

WELFARE.id-Orang lanjut usia (lansia) adalah salah satu kalangan yang rentan jika terkena COVID-19. Beruntung saat ini sudah ada vaksin dan obat-obatan yang mampu menangkal virus tersebut. 

Misalnya saja Tadjeri Soelaiman, 95. Ia adalah satu di antara tujuh pasien lansia yang dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang ke rumah, setelah menjalani isolasi dan dirawat di Rumah Isolasi Rusunawa Nipah Kuning di Pontianak sejak dua pekan lalu. 

Sebelum kepulangan mereka ke rumah masing-masing, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono di Pontianak, menyempatkan diri untuk memberikan bingkisan dan dukungan moril kepada mereka yang baru sembuh dari COVID-19 itu. ''Kesembuhan tidak hanya bagi pasien yang berusia muda, bahkan yang berusia lanjut seperti Bapak Tadjeri bisa sembuh," ujarnya, dikutip Minggu (24/4/2022). 

Saat ini yang masih diisolasi dan dirawat di Rusunawa tercatat sebanyak 40 pasien, dan rata-rata mereka menjalani isolasi antara 10 hingga 14 hari, terkecuali bagi mereka yang bergejala. ''Kita harapkan mereka yang telah sembuh ini bisa menjadi duta dalam menyampaikan pentingnya menerapkan protokol kesehatan,'' tambahnya. 

Dengan memberikan perawatan yang teratur, mulai dari pengobatan, menu makanan, olahraga seperti senam dan berjemur di bawah sinar matahari pagi, ia berharap proses penyembuhan bisa lebih cepat. 

Meski sudah mulai melandai, Edi mengimbau kepada warga agar tetap semangat bahwa virus ini bisa dilawan dengan menerapkan protokol kesehatan dan meningkatkan imunitas tubuh. ''Saya harapkan warga Kota Pontianak tetap waspada dan patuh pada protokol kesehatan supaya tidak muncul kluster-kluster baru,'' harapnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu mengatakan, kunci kesembuhan pasien COVID-19 adalah daya tahan tubuh atau imunitas, dan daya tahan tubuh tersebut dipengaruhi dari pikiran. 

''Sehingga jika tidak stres, selalu bergembira dan tidak pernah takut maka diyakini bisa menjadi faktor terbesar terjadinya kesembuhan. Tentunya dengan pikiran yang baik maka perilaku seperti makan dan aktivitas lainnya tidak terganggu,'' tukasnya. 

Ia menerangkan, saat pertama kali datang, pasien berusia 95 tahun itu dengan kondisi lemah. Kemudian meminta untuk dijemput di rumah untuk dirawat di Rusunawa Nipah Kuning. Setelah mendapatkan perawatan yang tepat, kondisinya terus membaik. ''Pada saat masuk ke Rusunawa, pasien berbaring kurang lebih dua pekan yang lalu,'' jelasnya. 

Ia menambahkan, faktor usia memang menjadi penting terhadap risiko. Namun bila faktor usia tersebut tidak disertai komorbid, misalnya penyakit obesitas, kencing manis dan hipertensi, maka risikonya rendah. ''Pasien ini jika dari aspek fisik tidak gemuk, bapak ini (pasien sembuh) sepertinya dia enjoy aja, jadi tidak stres dan tidak takut,'' katanya. 

Salah satu penyebab menurunnya daya tahan tubuh adalah pikiran. Sidiq menyebut, dari aspek pencegahan, setiap pasien terkonfirmasi positif COVID-19 harus dilakukan isolasi. ''Kemudian bagi yang telah dikarantina baik di rumah maupun tempat isolasi maka yang harus diperhatikan adalah tidak boleh stres,'' pesannya. (tim redaksi) 

#pasien
#covid19
#pasiencovid19
#lansia
#pontianak
#isolasi

Tidak ada komentar