Breaking News

Pandemi Melandai, Industri Pariwisata dan Hotel Bali Diprediksi Tumbuh 20 Persen

Bali selalu jadi favorit wisatawan untuk berlibur. Foto : Istimewa

WELFARE.id-Industri pariwisata dan hotel Bali diperkirakan bakal tumbuh 10 persen hingga 20 persen. Hal ini ditopang adanya pelonggaran kebijakan tanpa karantina oleh pemerintah terhadap wisatawan mancanegara maupun wisatawan domestik yang datang ke pulau dewata. 

Senior Associate Director Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto mengatakan, Bali diperkirakan bakal memiliki prospek yang cerah dan ada pergerakan ke arah yang positif pada tahun ini. 

''Bali sudah siap menyambut wisatawan mancanegara. Beberapa negara, sudah mulai membuka perbatasannya dan mengizinkan warganya untuk kembali bepergian,'' ujarnya, dikutip Kamis (14/4/2022). 

Ferry menjelaskan, ada kemungkinan permintaan akomodasi hotel meningkat, karena didukung oleh pelonggaran kebijakan karantina. ''Kita tentunya berharap ini akan berkontribusi pada peningkatan tingkat hunian hotel sekitar 10 persen-20 persen pada akhir tahun 2022,'' katanya. 

Menurut Ferry, selama dua tahun terakhir, wisatawan domestik menjadi tulang punggung industri pariwisata di Bali. Dari tahun 2018 hingga 2019, jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Bali hanya meningkat sebesar 3,4 persen, lebih rendah dibandingkan dua tahun sebelumnya (naik 15,6 persen pada 2016-2017 dan 6,54 persen pada 2017-2018). 

''Sementara, pasar wisatawan domestik tumbuh sebesar 8 persen dari 2018 hingga 2019, lebih tinggi dari pertumbuhan kedatangan wisatawan mancanegara,'' imbuhnya. 

Pada 2020, lanjut Ferry, industri pariwisata terpukul keras karena pandemi. Pada kurun waktu 2019-2020 jumlah wisatawan domestik dan asing turun signifikan. ''Namun, setahun kemudian wisatawan domestik cenderung lebih tangguh dan mereka terus melakukan perjalanan, meskipun dalam jumlah terbatas. Kami merasakan industri pariwisata yang lebih bullish pada tahun 2022,'' tegasnya. 

Kebijakan pemerintah Indonesia merevisi pedoman penerapan perjalanan internasional khususnya yang menggunakan transportasi udara saat memasuki Bali seperti, penghapusan persyaratan sertifikat vaksin, kebijakan relaksasi karantina. 

Penerbangan internasional sudah mulai mendarat di Bali. ''Seperti yang bisa kita lihat dalam dua bulan terakhir (Februari dan Maret) banyak penerbangan internasional yang kembali ke Bali, menunjukkan jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali meningkat,'' pungkasnya. (tim redaksi) 

#bali
#wisata
#hoteldibali
#pariwisata
#healing
#relaksasikarantina

Tidak ada komentar