Breaking News

Orang Cenderung Kurang Tidur saat Ramadan, Intip Tips Jitu untuk Menyiasatinya

Orang sedang tidur. Foto: Ilustrasi/ Freepik

WELFARE.id-Saat bulan puasa, orang cenderung kurang tidur. Tidur larut malam usai buka puasa dan tarawih.
Lalu, bangun pagi untuk sahur. Ada pola tidur yang berubah.

Kekurangan tidur punya dampak negatif buat tubuh. Lantas, bagaimana menyiasati kurang tidur selama Ramadan?

Melansir Gulf News, Selasa (12/4/2022), seorang ahli paru dan spesialis gangguan tidur di American Hospital Dubai Emad Kowatli berkata, kurang tidur mengakibatkan penurunan fungsi, kinerja, kognisi, dan gangguan memori. 

Sementara itu, dokter kesehatan tidur di London Sleep Center Irshaad Ebrahim menambahkan, kurang tidur berpengaruh pada nafsu makan. "Saat kurang tidur, nafsu makan meningkat sehingga membuat puasa semakin sulit," ucapnya. Setidaknya, kamu harus tidur 6-8 jam tiap malam. 

Namun kalau kamu kesulitan memenuhi jam tidur yang disarankan, ada beberapa cara yang bisa dicoba:

1. Tidur siang

Tidur siang (napping) sangat disarankan dalam kuantitas dan waktu yang pas. Idealnya, tidur siang dilakukan sebelum pukul 16.00 dan kurang dari 45 menit.

Tidur siang terlalu lama akan mengganggu tidur malam hingga mempengaruhi siklus tidur. Maka itu, penting untuk memasang alarm agar tidur siang tidak kebablasan sampai jam berbuka puasa.

2. Power nap

Tidak jarang orang merasa lemas padahal jam berbuka masih lama dan pekerjaan menanti untuk diselesaikan. Sebaiknya, sediakan waktu untuk power nap. 

Berbeda dengan tidur siang biasa, power nap tidak memerlukan waktu lama, yakni cukup 20 menit. Melansir The National News, Selasa (12/4/2022), jangan sampai kamu tidur lebih dari 20 menit sebab tubuh akan masuk dalam fase deep sleep. 

Kemudian saat bangun, kamu justru merasa lelah dan kepala pening. Menggunakan power nap sebagai alternatif mengisi kembali tenaga saat siang hari banyak dipilih oleh masyarakat. 

Pasalnya, dengan melakukan trik ini tubuh bisa mendapatkan energi yang cukup besar, sehingga akan terasa segar hingga waktu malam. Manfaat power nap juga banyak, sehingga jadi alasan kuat mengapa kebiasaan tidur singkat ini dianut banyak orang.

Secara sederhana, power nap adalah tidur singkat, antara 10 sampai 20 menit, untuk mengistirahatkan fisik dan mental. Meski hanya sebentar, namun manfaatnya sangat banyak dan dinilai dapat membantu meningkatkan produktivitas.

Di antaranya, mempertajam keterampilan motorik, meningkatkan stamina, mengurangi stres yang dirasakan, meningkatkan daya ingat, serta meningkatkan konsentrasi dan kewaspadaan yang dimiliki seseorang.

3. Tidur lebih lama di akhir pekan

Selama hari kerja (weekdays) orang cenderung kekurangan jam tidur. Di akhir pekan, saatnya memperbanyak jam tidur. 

Namun bukan berarti saat kamu kekurangan waktu tidur selama 20 jam lalu ditukar 20 jam selama akhir pekan. "Kamu bisa tidur sedikit lebih lama dari biasanya selama akhir pekan, bisa setengah atau bahkan kurang dari 20 jam dan tubuh akan mengimbanginya dengan sangat baik," paparnya.

4. Perhatikan pola makan saat berbuka puasa dan makan malam

Anda sadar bahwa waktu tidur kurang. Jika sudah begini, ciptakan waktu tidur yang ada jadi waktu tidur yang berkualitas. 

Bagaimana caranya? Perhatikan asupan makanan, terutama saat berbuka dan makan malam.

Kamu boleh mengonsumsi makanan manis saat berbuka tetapi dalam porsi mini dan utamakan air putih. Kemudian saat makan malam, hindari makanan yang terlalu pedas, gorengan, dan makanan yang terlalu banyak garam.

Hindari pula minuman yang mengandung kafein. Dengan langkah ini, kamu sudah meminimalisir masalah pencernaan yang merusak kualitas tidur. (tim redaksi)

#tipstidurberkualitas
#tidurberkualitas
#bulanramadan
#powernap
#tidursiang
#tidursingkat
#kualitastidur

Tidak ada komentar