Breaking News

Optimistis Bangkit, KoinWorks Target Penyaluran Kredit UMKM Rp12 T

Zoom bersama KoinWorks.  Foto :ist

WELFARE.id-Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) memiliki peranan besar bagi perekonomian Indonesia. Sayangnya, Pandemi COVID-19 turut mengikis pendapatan mereka. Setelah 2 tahun terjerat pandemi, perusahaan teknologi finansial (tekfin) Peer to Peer Lending (P2P Lending) KoinWorks optimistis tahun ini UMKM bisa bangkit kembali. Mereka pun berani menargetkan penyaluran kredit bagi UMKM sebesar Rp12 triliun seiring dengan berbagai potensi yang semakin besar.  

CEO dan Co-Founder KoinWorks, Benedicto Haryono mengatakan, potensi UMKM di Indonesia sangat besar seiring dengan dukungan pemerintah yang ingin memajukan perekonomian melalui UMKM go digital. 

''Ini juga sejalan dengan consumer behavior yang sudah sangat berubah karena pandemi. Konsumen Indonesia sudah terbiasa melakukan transaksi digital sehingga bagi UMKM, ini menjadi potensi untuk ketersediaan akses terhadap konsumen dan branding produk,'x jelasnya dalam diskusi virtual KoinWorks bertajuk How SMEs Grow Strong in the Post Pandemic, dikutip Kamsi (7/4/2022). 

Dia mengatakan, target tahun ini meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan capaian tahun lalu yakni Rp5 triliun. Target tersebut juga sejalan dengan pertumbuhan pengguna KoinWorks termasuk borrowers yang semakin meningkat dan tren menunjukkan iklim bisnis semakin baik. 

''Untuk mencapai target tersebut, Kami akan menyediakan layanan finance khusus UMKM yang lebih lengkap lagi dan akan dirilis sebentar lagi. Kami juga akan mengajak leaders dan pengguna lain untuk lebih aktif memanfaatkan layanan KoinWorks,'' tandasnya. 

Dia menyebutkan, data pemerintah mencatat bahwa saat ini sudah ada 17,5 juta UMKM yang go digital. Bahkan Presiden Joko Widodo menargetkan ada 20 juta UMKM yang bisa go digital tahun ini, bahkan bisa tembus 30 juta UMKM pada 2024. 

Target UMKM go digital tersebut, katanya, juga akan mendorong penyerapan penyaluran modal usaha baik dari perbankan maupun melalui tekfin dengan produk P2P Lending. ''BPS juga mencatat pada 2020 sebanyak 69 persen UMKM kesulitan permodalan saat pandemi, tapi sejak Oktober 2020 hingga kini berkurang menjadi 39 persen UMKM yang masih punya kendala permodalan,'' jelasnya. 

Benedicto menilai bahwa pemerintah telah mengupayakan agar UMKM tumbuh dengan baik. Tahun lalu terdapat program pemerintah untuk UMKM yakni subsidi bunga, penempatan dana pemerintah pada bank umum dan mitra untuk mendukung perluasan kredit modal kerja, dan restruktursisasi kredit. 

Selain itu, terdapat program penjaminan kredit modal kerja UMKM, Banpres produktif usaha mikro, bantuan tunai untuk PKL dan warung, serta insentif PPh final UMKM ditanggung pemerintah. 'XProgram pemerintah ini telah berdampak bagi UMKM di semester II/2021 tercatat ada 64,48 persen realiasi penyaluran KUR yakni Rp322 triliun kepada 29,5 juta UMKM,'' katanya. 

Ia menerangkan, KoinWorks melakukan survei kepada lebih dari 2.000 UMKM yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Pelaku UMKM yang berpartisipasi dalam riset ini terbagi dalam 7 kategori wilayah di Indonesia: Sumatra, DKI Jakarta, Jawa, Bali – Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku – Papua. Informasi terkait kinerja usaha mereka selama pandemi, yang meliputi penjualan, pertumbuhan usaha, supply chain, operasional usaha, permodalan, dan inovasi bisnis, diperhitungkan sebagai titik data dalam laporan ini. 

Hasil riset menunjukkan bahwa, dibandingkan dengan paruh pertama 2021, angka indeks optimisme UMKM digital meningkat sebesar 6 persen, yaitu dari 2,49 menjadi 2,64. Hal ini menandakan bahwa iklim bisnis di Indonesia semakin membaik. 

Tidak hanya itu, seiring dampak pandemi yang mulai mereda, bisnis offline mulai mendapatkan popularitasnya kembali. Nyatanya, bisnis dengan penjualan offline memiliki peningkatan penjualan tertinggi sebesar 44 persen di paruh kedua tahun 2021 dibandingkan dengan penjualan bisnis online atau bisnis hybrid, yang masing-masing hanya meningkat sebesar 38,2 persen dan 41,9 persen. 

''Laporan ini juga menunjukkan bahwa UMKM memiliki kemampuan untuk memetakan tantangan yang mungkin mereka hadapi di masa depan dengan pengalaman selama pandemic,'' katanya. 

Dikatakan Benedicto, kondisi UKM Indonesia di pertengahan 2021 mulai berjalan normal seiring dampak pandemi yang berangsur mereda, dan masyarakat menyambut era pascapandemi. Tahun 2021 juga dianggap sebagai angin segar bagi UMKM, di mana para pelaku UKM telah menerima hasil positif dari hybrid channel yang mereka jalankan pada awal 2021. 

Gede Edy Prasetya, Asisten Deputi Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menjelaskan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian juga mencatat dampak lain dari pandemi adalah mendorong shifting pola konsumsi masyarakat ke arah digital sehingga menjadi momentum yang tepat untuk mengakselerasi transformasi digital bagi UMKM. 

Dia menjelaskan, terkait rencana pemerintah untuk mendorong pertumbuhan UMKM di tahun 2022. Dengan melihat tantangan dan kebutuhan UMKM di era sekarang, pihaknya memperkuat kolaborasi berkelanjutan dengan berbagai pihak termasuk private sector. 

''Tujuannya, agar UMKM tidak hanya tumbuh dan kembali seperti sebelum pandemi, tapi juga supaya UMKM lebih berdaya saing tinggi di masa depan. Selain itu, program-program bantuan yang sedang berjalan akan terus berlanjut untuk memastikan pemerataan jangkauan UMKM di seluruh Indonesia,'' tandasnya. 

Sementara itu, Mark Bruny, Chief Financial Officer KoinWorks  menegaskan peran KoinWorks sebagai financial partner bagi UKM untuk bertumbuh. Sebagai bentuk kontribusi bagi UMKM di Indonesia, KoinWorks menyusun laporan ini dua kali dalam setahun. Pihaknya bangga dengan hasil yang diperoleh di semester 2 tahun 2021. 

Julia RGDS, pelaku usaha dan influenecer mengaku pentingnya transformasi digital untuk bertahan. Pemanfaatan digital channel yang baik akan menjadi kunci sukses UMKM dalam menghadapi pandemi. UMKM di Indonesia sangat unik dan rata-rata sudah beradaptasi menggunakan kanal digital untuk pemasaran. 

''Selanjutnya, yang perlu ditingkatkan adalah bagaimana kanal-kanal ini bisa digunakan untuk menganalisa konsumen kita seperti apa, bagaimana cara toko sebelah berjualan, dan inovasi seperti apa yang harus diciptakan agar bisa bertahan dalam berbisnis,'' tandasnya. (tim redaksi) 

#ekonomi
#umkm
#koinworks
#p2plending

Tidak ada komentar