Breaking News

OJK Catat Aset Industri Keuangan Syariah Tembus Rp2.050 T

Ilustrasi.  Foto : iconomics

WELFARE.id-Industri keuangan syariah menjadi bagian mendorong momentum pemulihan ekonomi nasional. Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  menyatakan, keuangan syariah juga mempercepat proses transformasi menuju industri yang lebih efisien dan kompetitif. Industri tersebut mencatat total aset mencapai Rp2.050,44 triliun sampai dengan akhir 2021. 

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, strategi yang dilakukan industri keuangan syariah mampu menciptakan momentum pemulihan ekonomi. Hal itu juga yang dapat mempercepat proses transformasi menuju industri keuangan syariah yang lebih efisien dan kompetitif. 

''Ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia, baik perbankan syariah, pasar modal syariah maupun Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) Syariah telah menunjukkan resiliensi yang menunjang momentum pemulihan,'' ujarnya dikutip Rabu (27/4/2022). 

Data OJK menunjukkan selama tahun 2021, aset industri keuangan syariah telah mencapai Rp 2.050,44 triliun atau tumbuh 13,82 persen year on year (yoy). Adapun pertumbuhan aset industri perbankan syariah tumbuh 13,94 persen (yoy) di tahun 2021. 

''OJK terus mendorong penguatan posisi industri perbankan syariah di tengah persaingan perbankan melalui penerbitan berbagai ketentuan akselerasi transformasi digital disertai dengan sinergi perbankan,'' tandasnya. 

Sementara aset industri keuangan non-bank (IKNB) syariah tumbuh positif sebesar 3,90 persen (yoy) di tahun 2021. Sedangkan industri pasar modal syariah menunjukkan perkembangan yang positif yaitu nilai kapitalisasi pasar Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) mencapai Rp3.983,65 triliun, meningkat sebesar 19,10 persen (yoy) di tahun 2021. 

Untuk memperluas akses keuangan, khususnya bagi masyarakat unbankable di sekitar pesantren, OJK juga terus mengembangkan lembaga pembiayaan mikro berbasis keuangan syariah yaitu bank wakaf mikro (BWM). Saat ini telah berdiri sebanyak 62 BWM dan tersebar di 20 Provinsi di seluruh Indonesia. 

Menurut Wimboh, ketahanan dan kinerja positif industri keuangan syariah harus terus dipertahankan. Misalnya dengan mengakselerasi program-program berupa pengembangan aktivitas keuangan sosial syariah melalui sinergi, inovasi, dan kolaborasi yang diwujudkan dalam pengembangan ekosistem rantai nilai halal. 

Untuk mencapai hal itu, OJK telah aktif bersinergi melalui berbagai program, antara lain Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia. OJK melihat bahwa terdapat banyak potensi di berbagai daerah yang belum tergarap dengan optimal, yang berpeluang dikembangkan melalui industri halal, seperti di Sumatera Barat maupun Aceh, baik di sektor pariwisata, kuliner, fashion maupun handicraft. 

''Bila keseluruhan potensi ini dikembangkan secara komprehensif dalam satu ekosistem terintegrasi berbasis digital dari hulu ke hilir dan melibatkan stakeholders lintas sektor, maka kami yakini ekosistem ini dapat memberikan multiplier effect yang tinggi bagi perekonomian,'' katanya. 

Dia menyatakan, pencapaian positif keuangan syariah Indonesia dalam menghadapi pandemi Covid-19 juga dicatat kalangan internasional, dengan berhasil mempertahankan peringkat ke-2 dalam Islamic Finance Development Indicator 2021 yang dipublikasikan oleh Islamic Finance Development Report 2021. 

''OJK mengharapkan laporan ini dapat menjadi referensi yang bermanfaat masyarakat luas sekaligus meningkatkan semangat seluruh pihak dalam mendorong ketahanan dan daya saing untuk mewujudkan cita-cita bersama agar Indonesia mampu menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia,'' pungkasnya. (tim redaksi) 

#keuangansyariah
#ojk
#keuangan
#syariah
#ekonomi

Tidak ada komentar