Breaking News

Menghitung Hari "Suntik Mati" TV Analog, Tahap 1 Migrasi ke Digital Start Pekan Depan

Selamat tinggal TV analog. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan mulai menyetop siaran TV analog untuk beralih ke TV digital pekan depan (30/4/2022). Penyetopan tahap pertama akan berlangsung di 56 wilayah dari Aceh sampai Papua.

"Tahapan pertama penghentian siaran TV analog di 56 wilayah layanan di 166 kabupaten/kota," demikian dikutip dari akun Instagram @siarandigitalindonesia, Kamis (21/4/2022). Pascamigrasi itu, masyarakat yang ada di daftar wilayah tersebut otomatis tidak bisa lagi menerima siaran televisi analog. 

Kominfo telah membagi pelaksanaan analog switch-off (ASO) dalam tiga tahap, berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Tahap pertama digelar paling lambat dimulai 30 April 2022 di 56 wilayah layanan siaran di 166 kabupaten dan kota.

Tahap kedua dimulai 25 Agustus 2022 di 31 wilayah layanan siaran meliputi 110 kabupaten dan kota. Sedangkan tahap ketiga mulai 2 November 2022 di 25 wilayah layanan siaran yang meliputi 65 kabupaten dan kota.

"Dengan demikian, terdapat total 112 wilayah layanan siaran di 341 kabupaten dan kota yang menjadi wilayah implementasi ASO," ucap Jhonny G Plate, Menteri Kominfo dalam laman resminya. 

Staf Khusus Menteri Kominfo Bidang Komunikasi Politik Philip Gobang menjelaskan, pihaknya telah membuat daftar pembagian wilayah yang siaran televisi analognya bakal "disuntik mati" berdasarkan tahapannya. 

Patokan area siaran berbeda dengan wilayah adminsitrasi kabupaten/kota. Di sisi lain, lanjut Philip, dari total 225 wilayah layanan siaran dan 514 kabupaten kota di seluruh Indonesia, terdapat 113 wilayah siaran dan 173 kabupaten/kota yang tidak tercakup ASO. 

Total 225 wilayah layanan siaran inilah yang kemudian akan menjadi sasaran dari Digital Broadcasting System (DBS). Wilayah yang akan mengalami penyetopan siaran TV analog itu pekan depan, yakni:

Aceh – 1: Kabupaten Aceh Besar, Kota Banda Aceh

Aceh – 2: Kota Sabang

Aceh – 4: Kabupaten Pidie, Kabupaten Bireuen, Kabupaten Pidie Jaya

Aceh – 7: Kabupaten Aceh Utara, Kota Lhokseumawe

Sumatera Utara – 2: Kabupaten Karo, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Asahan, Kabupaten Batu Bara, Kota Pematangsiantar, Kota Tanjung Balai

Sumatera Utara – 5: Kabupaten Dairi, Kabupaten Pakpak Bharat

Sumatera Barat – 1: Kabupaten Solok, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, Kota Padang, Kota Solok, Kota Sawahlunto, Kota Padang Panjang, Kota Bukittinggi, Kota Pariaman

Riau – 1: Kabupaten Kampar, Kota Pekanbaru

Riau – 4: Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kota Dumai

Jambi – 1: Kabupaten Batanghari, Kabupaten Muaro Jamb, Kota Jambi, Kabupaten Sarolangun

Sumatera Selatan – 1: Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Ogan Ilir, Kota Palembang

Bengkulu – 1: Kabupaten Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu

Lampung – 1: Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Lampung Tengah, Kabupaten Lampung Timur, Kabupaten Pesawaran, Kabupaten Pringsewu, Kota Bandar Lampung, Kota Metro

Kepulauan Bangka Belitung – 1: Kabupaten Bangka Tengah, Kota Pangkal Pinang

Kepulauan Riau – 1: Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kota Batam, Kota Tanjung Pinang

Jawa Barat – 2: Kabupaten Garut

Jawa Barat – 3: Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan, Kota Cirebon

Jawa Barat – 4: Kabupaten Ciamis, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Banjar, Kota Tasikmalaya

Jawa Barat – 7: Kabupaten Cianjur

Jawa Barat – 8: Kabupaten Majalengka, Kabupaten Sumedang

Jawa Tengah – 2: Kabupaten Blora

Jawa Tengah – 3: Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Tegal, Kota Pekalongan, Kota Tegal

Jawa Tengah – 6: Kabupaten Rembang, Kabupaten Pati, Kabupaten Jepara

Jawa Tengah – 7: Kabupaten Cilacap, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Brebes

Jawa Timur – 3: Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Sumenep

Jawa Timur – 4: Kabupaten Lumajang, Kabupaten Jember, Kabupaten Bondowoso

Jawa Timur – 5: Kabupaten Situbondo

Jawa Timur – 6: Kabupaten Banyuwangi

Jawa Timur – 10: Kabupaten Pacitan

Banten – 1: Kabupaten Serang, Kota Cilegon, Kota Serang

Banten – 2: Kabupaten Pandeglang

Bali: Kabupaten Jembrana, Kabupaten Tabanan, Kabupaten Badung, Kabupaten Gianya, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Bangli, Kabupaten Karangasem, Kabupaten Buleleng, Kota Denpasar

Nusa Tenggara Barat – 1: Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Timur, Kota Mataram

Nusa Tenggara Timur – 1: Kabupaten Kupang, Kota Kupang

Nusa Tenggara Timur – 3: Kabupaten Timor Tengah Utara

Nusa Tenggara Timur – 4: Kabupaten Belu, Kabupaten Malaka

Kalimantan Barat – 1: Kabupaten Mempawah, Kabupaten Kubu Raya, Kota Pontianak

Kalimantan Selatan – 2: Kabupaten Tapin, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kabupaten Balangan

Kalimantan Selatan – 3: Kabupaten Kotabaru

Kalimantan Selatan – 4: Kabupaten Tabalong

Kalimantan Tengah – 1: Kabupaten Pulang Pisau, Kota Palangkaraya

Kalimantan Timur – 1: Kabupaten Kutai Kartanegara, Kota Samarinda, Kota Bontang

Kalimantan Timur – 2: Kabupaten Penajam Paser Utara, Kota Balikpapan

Kalimantan Utara – 1: Kabupaten Bulungan, Kota Tarakan

Kalimantan Utara – 3: Kabupaten Nunukan

Sulawesi Utara – 1: Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara, Kota Manado, Kota Bitung, Kota Tomohon

Sulawesi Tengah – 1: Kabupaten Sigi, Kota Palu

Sulawesi Selatan – 1: Kabupaten Takalar, Kabupaten Gowa, Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Kota Makassar

Sulawesi Tenggara – 1: Kabupaten Konawe, Kabupaten Konawe Selatan, Kabupaten Konawe Utara, Kabupaten Konawe Kepulauan, Kota Kendari

Gorontalo – 1: Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Bone Bolango, Kabupaten Gorontalo Utara, Kota Gorontalo, Kabupaten Boalemo

Sulawesi Barat – 1: Kabupaten Mamuju

Maluku – 1: Kabupaten Seram Bagian Barat, Kota Ambon

Maluku Utara – 1: Kabupaten Halmahera Barat, Kota Ternate

Papua – 1: Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom, Kota Jayapura

Papua Barat – 1: Kabupaten Sorong, Kota Sorong

Papua Barat – 4: Kabupaten Manokwari, Kabupaten Manokwari Selatan, Kabupaten Pegunungan Arfak

Kesiapan industri media dan televisi

Kebijakan migrasi televisi Analog ke televisi Digital akan segera dilaksanakan di Indonesia. Hal ini tentunya berimbas langsung terhadap industri media yang masih menggunakan frekuensi analog sebagai sarana transmisinya.

Pakar industri media massa asal Universitas Airlangga (UNAIR) Suko Widodo menilai, perpindahan TV Analog merupakan sebuah keniscayaan dalam dunia masa kini yang serba modern. 

"Migrasi analog ke digital adalah keniscayaan sejarah, karena hadirnya teknologi baru. Selain karena perubahan ke arah yang lebih baik, juga agar tidak ketinggalan zaman,” sebutnya, dikutip dari laman Unair, Kamis (21/4/2022).

Menurutnya, secara riil, industri media analog dapat merasa keberatan. "Baik dari sisi izin, teknologi, dan keterbatasan data untuk pengalihan,” sebutnya.

Kondisi itu juga memberikan dilema tersendiri bagi dunia industri media. Namun, untuk mengatasinya, ia menyarankan solusi berupa bantuan pemerintah bagi stasiun TV yang belum siap untuk berpindah.

"Tugas penting bagi pemerintah, adalah agar industri TV Analog sekarang tidak merasa sulit untuk menyesuaikan perpindahan menuju digitalisasi,” sebut anggota Dewan Pendidikan Jawa Timur 2022 tersebut. 

Suko menganalogikan, jaringan analog sebagai lahan yang ditumbuhi oleh padi, sedangkan jaringan digital sebagai lahan padi yang memiliki luas sama namun bertumpuk ke atas. 

"Jadi selain bisa memuat lebih banyak, gambar, dan suara digital memiliki kualitas yang lebih baik ketimbang memakai jaringan analog,” paparnya. Selain efektivitas, pengalihan itu juga membuka peluang bisnis yang besar. 

"Dengan terbukanya kesempatan-kesempatan dalam berbisnis di media, maka akan menciptakan ratusan ribu tenaga kerja, dan juga menghasilkan pajak yang dapat menambah devisa negara,” lanjutnya. Persaingan yang ketat antara pemilik bisnis media, juga akan mendorong variasi, inovasi serta kreativitas dari penyelenggara TV. 

"Karena kreativitas sejatinya menjadi modal bagi sumber daya manusia untuk meniti karier di dunia digital. Sehingga, bisa menghasilkan tayangan-tayangan inovatif,” yakinnya. (tim redaksi)

#perpindahantvanalogkedigital
#tahapsatu
#kominfo
#kreativitas
#teknologi
#tuntutanzaman
#peluangkarier
#peluangkerja
#tvdigital

Tidak ada komentar