Breaking News

Menggunakan Metode Masak Ini, Diet 1975 Ampuh Bikin Orang Jepang Kurus dan Panjang Umur!

Diet ala Jepang. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Memiliki berat badan yang ideal merupakan keinginan banyak orang. Tak heran jika banyak yang melakukan berbagai cara untuk dapat mewujudkannya.

Berat badan berlebihan bukan hanya mengganggu penampilan, tapi juga berbahaya bagi kesehatan. Misalnya, diabetes dan penyakit jantung.

Untuk menurunkan berat badan, banyak orang melakukan diet ketat demi mendapatkan bentuk tubuh yang sesuai. Salah satunya, pola diet 1975? Apa itu?

Diet yang satu ini telah dikenal sebagai metode diet paling populer di seluruh dunia. Bukan hanya menurunkan berat badan, orang-orang yang menjalani diet ini juga akan mendapati tubuh mereka lebih sehat.

Bahkan, banyak orang yang mengatakan bahwa diet tersebut menyelamatkan hidup mereka. Tak mengherankan, diet sehat ini banyak dilakoni warga Jepang.

Diketahui bahwa jarang sekali ada perempuan Jepang yang gemuk walaupun sering mengonsumsi makanan berbahan dasar mie dan nasi. Siapa sangka, pola makan yang mereka lakukan sangat berpengaruh untuk menjaga tubuh agar tidak terlalu gemuk.

Melansir dari berbagai sumber, Selasa (26/4/2022), pola diet ini disebut dengan diet 1975 karena muncul pada tahun 1975. Menu diet ini memiliki setidaknya tiga variasi hidangan kecil, selain nasi dan sup.

Pola makan orang Jepang mengalami perubahan ke arah yang lebih baik dari waktu ke waktu. Namun, pada kenyataannya, sangat sedikit penelitian untuk mengukur secara ilmiah dampak kesehatan dari perubahan pola makan orang Jepang.

Pada sebuah penelitian, para peneliti menerapkan banyak metodologi dengan membuat menu mingguan yang mewakili diet dari tahun 2005, 1990, 1975, dan 1960. Kami membekukan makanan dan memberi kelompok tikus yang terpisah selama delapan bulan untuk menentukan dietnya.

Hasilnya, dibandingkan dengan kelompok tahun 2005, kelompok tahun 1975 dan 1990 memiliki lebih sedikit lemak visceral dan cenderung tidak mengalami obesitas. Selain itu, kelompok diet tahun 1975 memiliki risiko diabetes dan perlemakan hati yang paling rendah.

Dalam hal makanan, diet 1975 lebih tinggi pada kacang-kacangan, buah-buahan, rumput laut, makanan laut, bumbu, dan rempah-rempah daripada tiga jenis diet lainnya.

Penelitian diet ini juga menunjukkan dampak komparatif pada umur panjang dan proses penuaan. Setelah melakukan penelitian pada tikus, para peneliti yang telah mendapatkan otorisasi dari Komite Etika Penelitian Universitas Tohoku, memulai melakukan penelitian dengan menggunakan subjek manusia.

Hasilnya, menunjukkan dampak yang sama. Indeks massa tubuh rata-rata dan berat badan dari orang-orang yang ada di kelompok diet 1975 telah menurun secara signifikan, bersama dengan lingkar pinggang.

Ditambah lagi tingkat kolesterol LDL (kolesterol jahat) mengalami turun, sementara kolesterol HDL (kolesterol baik) mengalami kenaikan. Hemoglobin A1C atau indikator diagnosis diabetes dan pra-diabetes juga menurun.

Bakteri tertentu yang dikaitkan dengan risiko penyakit pada usus kelompok 1975 juga terpantau lebih kecil. Hal ini menunjukkan bahwa manfaat kesehatan dari diet Jepang 1975 dipercaya berhubungan dengan flora usus dan metabolitnya.

"Singkatnya, penelitian kami hingga saat ini mendukung hipotesis bahwa, dalam hal kesehatan dan umur panjang, diet Jepang tahun 1975 lebih unggul daripada diet khas Jepang saat ini," kata peneliti.

Adapun cara memasaknya bisa dilakukan dengan bervariasi, misalnya saja merebus, mengukus, atau memanggangnya. Berbeda dengan menggoreng dan menumis, dua cara ini justru dianggap kurang umum karena mampu membuat nutrisi di dalamnya rusak.

Hal tersebut disebabkan oleh besarnya api yang digunakan untuk mengolah. Para wanita Jepang era 1975 biasa makan dengan bahan bahan kedelai, makanan laut, umbi-umbian, sayuran hijau dan kuning, buah, rumput laut, jamur, dan teh hijau.

Konsumsi produk susu dan daging dapat dilakukan namun dengan jumlah yang tidak berlebihan. Lantas, bagaimana pengaruh diet 1975 terhadap kesehatan?

Disebutkan bahwa 1 dari 1500 orang Jepang umurnya lebih dari 100 tahun. Orang-orang yang menjalani diet jenis tersebut dapat terhindar dari risiko diabetes dan kepikunan. 

Bukan hanya itu, mereka juga mengalami penuaan yang berkembang secara lambat serta mendapati tubuh lebih bugar. (Tim redaksi)

#diet
#diet1975
#dietorangjepang
#panjangumur
#memperlambatpenuaandini
#tubuhlebihbugar
#jepang
#kesehatan

Tidak ada komentar