Breaking News

Lansia Mudah Kena Dermatitis, Jaga Kesehatan Kulit Mereka dengan Tips Berikut Ini

Merawat lansia. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Memiliki orang tua yang sudah sepuh memang membutuhkan ilmu perawatan yang lebih. Selain kesabaran, anak juga wajib memahami dasar merawat orang tua yang sudah lanjut usia (lansia).

Berbeda dengan merawat bayi, lansia umumnya memiliki sejumlah gangguan kesehatan. Jadi bukan cuma harus dijaga pola makan dan gizi yang dimakan, tapi juga kesehatan fisiknya.

Plt. Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) drg Kartini Rustandi, M. Kes menjelaskan, merawat orang tua yang sudah sepuh itu lebih sulit daripada merawat bayi. Salah satu gangguan kesehatan yang seringkali dialami lansia adalah masalah kulit.

"Ini kelihatannya sepele tetapi bisa menjadi masalah besar. Masalah kulit kerap dialami lansia," kata dia dalam webinar bertajuk "Perawatan Kulit Pada Lansia", dikutip Sabtu (16/4/2022).

Dia menyebutkan, lansia di Indonesia merujuk data dari Badan Pusat Statistik (BPS) saat ini mencapai 29,3 juta atau 10,8 persen dari penduduk Indonesia dan salah satu hal penting yang perlu disorot pada populasi ini adalah faktor kesehatan. 

Permasalahan kesehatan berawal dari kemunduran sel-sel tubuh sehingga terjadi penurunan fungsi dan daya tahan tubuh berujung pada peningkatan risiko terjadinya berbagai masalah kesehatan, termasuk kulit.

Di sisi lain, sebanyak 26 persen lansia diketahui memiliki tingkat kemandirian yang menurun dengan derajat ringan, sedang, berat, hingga total. Oleh karena itu, peran para pengasuh menjadi penting.

Caregiver yakni seseorang baik formal maupun informal yang telah lulus pendidikan atau pelatihan untuk melakukan pendampingan pada seorang atau kelompok yang tidak mampu merawat dirinya sendiri, baik sebagian atau seluruhnya karena mengalami keterbatasan fisik dan atau mental. Di Indonesia, para pengasuh lansia sebanyak 64 persen tak lain anggota keluarga lansia itu sendiri. 

Mereka diharapkan bisa memberi pendampingan pada lansia dan memiliki berbagai pengetahuan yang dibutuhkan dalam menjaga kesehatan kulit lansia. "Peran keluarga sebagai caregiver menjadi penting karena orang terdekatlah yang harus mengurus mereka. Caregiver bukan sekedar mengurus tetapi juga harus memahami berbagai masalah termasuk hal-hal seperti menjaga kesehatan kulit," ulasnya.

Terkait masalah kulit yang rentan dialami lansia, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) Dr. dr. M. Yulianto Listiawan, Sp.KK(K), FINDSV, FAADV menyebut, antara lain kulit kering, dermatitis, hingga berbagai tumor jinak kulit yang bisa mengganggu secara fungsional dan kualitas hidup mereka.

Cara merawat kulit lansia

Secara umum, para lansia memerlukan perawatan kulit khusus karena kulit yang menua sangat tipis dan kering. Jika menjadi terlalu kering, kulit para lansia rawan retak dan mengalami peradangan (dermatitis). 

Hal ini memudahkan masuknya bakteri yang dapat menyebabkan infeksi. Ini yang harus diperhatikan saat merawat lansia:

- Jangan terlalu sering mandi;
- Apabila mandi air hangat, jangan terlalu lama, cukup 10 menit;
- Gunakan sabun yang kadar pelembapnya tinggi;
- Aplikasikan pelembap ke kulit setelah mandi;
- Berhati-hatilah agar tidak mengalami luka baring, terutama bagi lansia yang sudah tidak dapat mengontrol BAK dan BAB-nya;
- Lansia butuh sering berubah posisi (miring kanan kiri) untuk menghindari terjadinya borok akibat tekanan.

Selain perawatan kulit yang khusus, para lansia sebaiknya:

- Tidak merokok atau berhenti merokok sama sekali;
- Hindari terlalu sering terkena pajanan matahari;
- Tetap terhidrasi dengan baik dengan minum air putih lebih banyak. (tim redaksi)

#merawatkulitlansia
#caregiver
#pengasuh
#dermatitis
#kulitterhidrasi
#minumairputih

Tidak ada komentar