Breaking News

Korban Begal Jadi Tersangka Dapat Penangguhan Penahanan, Amaq Sinta: Saya Ingin Bebas Murni

Amaq Sinta korban begal jadi tersangka oleh Polres Lombok Tengah, Provinsi NTB. Foto:  YouTube Kompas TV

WELFARE.id-Korban begal yang dijadikan tersangka, Amaq Sinta, 34, warga Desa Ganti, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mendapatkan penangguhan penahanan dari Polres Lombok Tengah usai ditahan beberapa hari. 

Meski begitu, pria yang akrab disapa Murtede itu berharap bisa bebas murni sebelum proses persidangan atas kasus yang menimpanya. Amaq Sinta menjadi tersangka setelah menewaskan dua begal dari empat pelaku kejahatan yang ingin merampas sepeda motornya.

"Saya ingin bebas supaya bisa tenang dan bekerja kembali seperti biasanya," katanya, Sabtu (16/4/2022). Amaq Sinta juga mengatakan, dia membunuh kawanan begal itu dalam keadaan terpaksa, karena kalau tidak melawan maka nyawanya akan melayang. 

Ia juga mengaku diserang kawanan begal di jalan raya Desa Ganti ketika akan mengantarkan makanan dan air panas buat ibunya yang tengah dirawat di rumah sakit di Kabupaten Lombok Timur. "Kalau saya mati siapa yang akan bertanggung jawab. Jadi saya harus melawan," cetusnya.

Saat ditahan, Amaq Sinta mengaku gelisah karena memikirkan istri dan dua anaknya, serta badannya yang masih sakit usai bergelut dengan empat begal meskipun tidak ada luka. ”Di dalam jeruji besi badan saya sakit, tidak ada yang mengobati,” ucapnya juga. 

Namun, ia merasa senang bisa bebas sementara, setelah mendapatkan penangguhan penahan dari penyidik Polres Lombok Tengah yang telah menetapkannya sebagai tersangka. "Jangan sampai di persidangan, saya harap bisa bebas dengan cepat," cetusnya juga. 

Untuk diketahui, kasus penetapan tersangka korban begal itu bermula ketika Amaq Sinta akan pergi ke Lombok Timur untuk mengantarkan makanan buat ibunya pada subuh. Sesampai di TKP, ia diadang dan diserang oleh empat pria yang mengendarai dua motor menggunakan senjata tajam. 

Selanjutnya ia melawan para pelaku dengan sebilah pisau kecil yang dia bawa sambil teriak meminta tolong. Namun, tidak ada warga yang datang. Dalam perkelahian itu, dua pelaku tewas bersimbah darah usai ditusuk Amaq Sinta. 

Sedangkan dua pelaku lain melarikan diri setelah dua kawannya tewas bersimbah darah di tempat.  "Setelah itu saya pergi ke rumah keluarga untuk menenangkan diri setelah membela diri dari para begal," katanya.

Akibat kejadian itu, Amaq Sinta mengakui badannya terasa sakit akibat terkena senjata tajam dari para pelaku meski tidak terluka. "Saya tidak ada kepandaian dan tidak memiliki ilmu kebal. Tapi ini memang saya dilindungi Tuhan," ujar juga pria yang memiliki dua anak ini.

Kasus yang menimpa korban begal Amaq Sinta mendapat sorotan dari semua pihak. Bahkan, sejumlah warga Lombok Tengah menggelar aksi damai untuk mendesak supaya korban begal itu dibebaskan. Polda NTB lantas mengambil alih kasus ini dari Polres Lombok Tengah.

Sejumlah pihak khawatir jika kasus Amaq Sinta tidak diselesaikan dengan baik, maka dampaknya masyarakat akan malas melakukan perlawanan terhadap aksi kejahatan. Ujung-ujungnya, aksi kejahatan merajalela. (tim redaksi)


#korbanbegal
#jaditersangka
#amaqsinta
#murtede
#polreslomboktengah
#nusatenggarabarat
#poldantb
#pembebasansementara
#penangguhanpenahanan

Tidak ada komentar