Breaking News

Kecelakaan Maut Band Debu, Sopir Diduga Ngantuk

Kondisi mobil band debu yang rusak Parah. Foto : instagram @andreli_48

WELFARE.id-Kecelakaan maut yang melibatkan personel band debu diduga akibat sopir yang mengantuk. Kasat PJR Polda Jatim Kompol Dwi Sumrahadi menerangkan, rombongan grup musik gambus, Debu, itu terjadi di Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) KM 837.200, Kelurahan Pakistaji, Wonoasih, Kota Probolinggo, Senin (18/4/2022) dini hari. 

''Semula kendaraan Vellfire berjalan dari Timur arah ke Pasuruan di jalur lambat, diduga pengemudi mengantuk dan tidak bisa mengendalikan laju kendaraannya,'' ujarnya, Senin (18/4/2022). 

Dalam keterangan tersebut, Kompol Dwi mengatakan mobil yang ditumpangi rombongan grup musik religi itu menabrak truk golongan III yang melaju di depannya. ''Sehingga menabrak kendaraan Truk golongan III yang berjalan searah di depannya,'' tambahnya. 

Lebih lanjut, polisi menjelaskan posisi mobil itu berada menutupi jalur setelah mengalami kecelakaan. ''Posisi terakhir kendaraan Vellfire melintas menutup lajur,'' tukasnya. 

Kecelakaan maut tersebut pun menewaskan 2 penumpang yakni Firdaus dan Al Haddad Amal Sheikh Aidaros. Keduanya merupakan warga negara Malaysia. 

Sementara luka berat dialami Daood Abdullah Al Daood (drummer Debu) yang tercatat sebagai warga Tegal-Jateng. Satu korban luka berat lainnya yaitu Umar warga Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan. Sementara, korban luka ringan yakni Jamilah Binti Abdul Qadir dan sang sopir bernama Miarto. 

Kondisi mobil Vellfire yang ditumpangi hancur parah. Mobil itu merupakan kendaraan rental. Bagian depan mobil hingga kaca depannya hancur. Kerusakan juga terjadi di atap (moon roof dan sun roof) mobil dari depan hingga mengarah ke sisi tengah dan kiri. 

Sementara itu, power slide door sisi kanan dan kiri rusak dan terlepas. Sedangkan pada sisi belakang mengalami pecah kaca. Polisi mengatakan mobil Toyota Vellfire yang ditumpangi Daood dan rombongan melaju di atas 100 km per jam sebelum akhirnya menabrak bagian belakang truk. 

Kanit PJR Jatim 4 Probolinggo Iptu Sudirman mengungkapkan dugaan kecepatan mobil yang ditumpangi Daood itu terlihat dari pantauan CCTV dan olah TKP sementara. 

Untuk diketahui, mobil itu dikendarai sopir bernama Miarto. Mobil mewah berpelat nomor L-1055-DL itu berangkat dari Surabaya untuk bertakziah ke Jember dan kembali lagi ke Surabaya. (tim redaksi) 

#kecelakaanmaut
#debu
#gambus
#tolpaspro
#kecelakaantol
#grupmusikreligidebu
#korbantewas

Tidak ada komentar