Breaking News

Kasus Penganiayaan yang Menjerat Putra Siregar, Kapolres Jakarta Selatan: Kami Usut Tuntas!

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombespol Budhi Herdi Susianto. Foto: Istimewa

WELFARE.id-Polisi terus melakukan penyelidikan dugaan penganiayaan yang menjerat pemilik PS Store Putra Siregar dan artis Rico Valentino. Kini keduanya sudah   
ditetapkan sebagai tersangka

Kasus penganiayaan yang terjadi di sebuah kafe di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, itu diduga melibatkan pihak lain yang hingga kini masih terus diselidiki polisi.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombespol Budhi Herdi Susianto mengatakan pihaknya bakal mengusut kasus ini hingga tuntas. Hingga saat ini, kedua tersangka diancam hukuman lima tahun penjara.

"Sementara dua yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Tapi kalau dalam prosesnya berkembang, nanti disampaikan lagi. Kami jerat keduanya dengan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman lima tahun penjara," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (17/4/2022).

Untuk diketahui, Putra Siregar dan Rico Valentino ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan pengeroyokan terhadap korban Nuralamsyah di sebuah tempat hiburan malam di kawasan Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Rabu (2/4/2022) malam. 

Keduanya lantas ditangkap kepolisian sepulang dari luar negeri. Kasus pengeroyokan ini bukan kali pertama dilakukan oleh Putra Siregar. Dia pernah berurusan dengan masalah hukum pada tahun 2020 lalu. 

Selain itu juga, Putra Siregar juga diketahui terjerat kasus penyelundupan ponsel ilegal pada 2017. Saat itu, Putra Siregar hingga mengeluarkan uang jaminan untuk penahanan dirinya dengan nilai Rp500 juta. 

Namun, ketika kasusnya dibawa ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Putra Siregar divonis tidak bersalah. Dia dinilai majelis hakim tidak melanggar kepabeanan yang menjadi dasar perkara. 

Kasus serupa pernah menimpa Putra Siregar di Batam, Kepulauan Riau pada Desember 2019. Namun, lagi-lagi pria yang akrab dengan sejumlah artis Tanah Air itu berhasil lolos dari jeratan hukum begitu kasusnya masuk pengadilan. 

Berdasar data dari mahkamahagung.go.id, kasus yang menjerat Putra Siregar itu bermula saat toko PS Store yang ada di Jalan Laksamana Bintan, Ruko Palm Regency, Batam, dilaporkan menjual ponsel tidak sesuai standar di Tanah Air. 

Hanya saja ketika itu yang divonis bersalah yakni manajer toko bernama Astuti. Wanita itu dinyatakan bersalah dengan melanggar UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. 

Sementara itu Putra Siregar sebagai pemilik toko berhasil lolos karena mengaku sebagai franchise yang memiliki surat perjanjian waralaba. Hingga dia bebas dari jeratan hukum. (tim redaksi)

#penganiayaan
#tempathiburanmalam
#putrasiregar
#ricovalentino
#polresmetrojakartaselatan
#kombespolbudiherdisusianto
#pemilikpsstore

Tidak ada komentar