Breaking News

Kabar Gembira! Tahun Depan Vaksin Kanker Serviks Diberikan Gratis

Pemeriksaan kesehatan rutin bisa mencegah kanker serviks. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Kabar gembira bagi kaum hawa. Pasalnya, tahun depan, vaksin kanker serviks akan menjadi vaksin wajib bagi seluruh perempuan Indonesia.

Perempuan Indonesia bisa menerima vaksin serviks secara gratis di seluruh pusat layanan kesehatan. Seperti diketahui, saat ini biaya vaksin HPV bervariasi tergantung rumah sakit.

Namun, vaksin serviks relatif mahal, antara Rp750 ribuan hingga Rp1,5 jutaan. Dengan harga saat ini, tentu memberatkan sebagian besar orang.

Maka itu, terobosan pemerintah untuk menggratiskan vaksin HPV untuk pencegahan kanker serviks pada 2023 patut diapresiasi. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pemberian vaksin tersebut sepenuhnya gratis karena dibiayai oleh negara.

"Semua yang dari program pemerintah tidak usah bayar," tegasnya di hadapan wartawan, dikutip Rabu (20/4/2022). Pemberian vaksin ini kata Budi sebenarnya telah dimulai sejak 2021 lalu. 

Hanya saja, vaksin kanker serviks baru diberikan di beberapa wilayah saja. Vaksin ini juga nantinya akan diberikan ke masyarakat di segala usia, terutama mereka yang memasuki usia dewasa muda.

Budi menambahkan, pemberian vaksin kanker serviks atau jenis vaksin HPV ini merupakan salah satu tindakan preventif dan promotif yang dilakukan pemerintah. Mengingat, kanker serviks merupakan salah satu penyakit paling mematikan di dunia.

Selain pengobatannya sangat mahal, kanker juga jenis penyakit yang sulit diobati jika sudah memasuki stadium 3 dan 4. Oleh karena itu, tindakan pencegahan dengan melakukan vaksinasi diharapkan bisa menekan biaya pengobatan kanker dan meningkatkan kualitas kesehatan kaum hawa.

"Jadi vaksinasi itu kan sifatnya mencegah, bukan mengobati orang sakit. Kan kita nanti akan lebih banyak (vaksin) bukan HPV aja kan dan beberapa vaksin lainnya," janjinya.

Vaksin HPV berguna untuk mencegah kanker serviks. Human Papilloma Virus (HPV) adalah penyebab kanker serviks pada perempuan.

Selain menyebabkan kanker serviks pada perempuan, virus HPV (virus penyebab kanker serviks) juga bisa menyebabkan penyakit kulit dan kelamin pada laki-laki. HPV bisa menular ke pria melalui hubungan intim dengan pasangannya yang menderita kanker serviks. 

Tingkatan kanker serviks

Mengutip Cleveland Clinic, Rabu (20/4/2022), kanker serviks terdiri dari 4 stadium, yaitu:

- Stadium I: kanker hanya ditemukan di leher rahim, belum menyebar, dan berukuran kecil; 

- Stadium II: kanker telah menyebar ke luar leher rahim dan rahim, tetapi belum menyebar ke dinding panggul (jaringan yang melapisi bagian tubuh di antara pinggul) atau vagina;

- Stadium III: kanker telah menyebar ke bagian bawah vagina dan mungkin telah menyebar ke dinding panggul, ureter (saluran yang membawa urin), dan kelenjar getah bening di dekatnya;

- Stadium IV: kanker telah menyebar ke kandung kemih, rektum, atau bagian tubuh lainnya, seperti tulang atau paru-paru.

Tahap awal kanker serviks biasanya tidak menimbulkan gejala dan sulit dideteksi. Dari tahap awal itu biasanya kanker serviks membutuhkan waktu beberapa tahun untuk berkembang.

Tanda-tanda kanker serviks stadium I:

- Keputihan encer atau berdarah yang mungkin berat dan berbau busuk;

- Pendarahan vagina setelah hubungan seksual, antara periode menstruasi atau setelah menopause;

- Periode menstruasi mungkin lebih berat dan berlangsung lebih lama dari biasanya;

- Jika kanker telah menyebar ke jaringan atau organ terdekat, gejalanya bisa berupa, sulit atau nyeri buang air kecil, terkadang disertai darah dalam urin, diare atau nyeri atau pendarahan dari rektum saat buang air besar, kelelahan, penurunan berat badan, dan nafsu makan, perasaan sakit secara umum, sakit punggung tumpul atau bengkak di kaki, sakit pinggang/perut. 

"Jika mengalami pendarahan abnormal, keputihan, atau gejala lain yang tidak dapat dijelaskan, dianjurkan menjalani pemeriksaan ginekologi lengkap," saran dokter Cleveland Clinic itu.

Mengutip buku "Cegah dan Deteksi Kanker Serviks" (2010) oleh Dra Hartati Nurwijaya, DR Dr Andrijono, dan Prof Dr H.K Suheimi, kanker menyebar melalui 3 cara, yaitu:

- Menyebar melalui jaringan sekitarnya (per continuitatum spread);

- Menyebar melalui aliran darah ke organ-organ lainnya (hematogenous spread);

- Menyebar melalui sistem limfa (hymphatic spread). (tim redaksi)

#kankerserviks
#vaksinhpv
#humanpapillomavirus
#stadium
#gejala
#tahundepanvaksinasihpvgratis
#pencegahan
#kanker

Tidak ada komentar