Breaking News

Jelang Aksi Demo, Ancaman dan Peretasan Dialami BEM SI

Aksi demonstrasi mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di samping Bundaran Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat pada 2019) lalu. Foto: Istimewa

WELFARE.id-Berbagai persoalan bangsa yang membuat masyarakat terpuruk, yang disebabkan kenaikan pajak, minyak goreng, BBM jenis Pertamax dan PPN membuat mahasiswa mulai bergerak melakukan demonstrasi. 
 
Salah satunya yang akan dilakukan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) yang berencana menggelar aksi pada Senin (11/4/2022) nanti di sekitar Istana Negara, Jakarta Pusat. 

Rencananya, aksi itu juga mengusung penolakan perpanjangan masa jabatan presiden dan penundaan Pemilu 2024 yang digaungkan oleh beberapa ketua partai politik (parpol) yang berkoalisi dengan pemerintah dan didukung sejumlah menteri. 

Koordinator Media BEM SI, Luthfi Yufrizal, mengaku, menjelang aksi 11 April 2022, sejumlah presiden mahasiswa (presma) dan koordinator aksi menerima ancaman dan mengalami peretasan WhatApps. 

”Betul (ada ancaman), ada beberapa peretasan WA yang dialami oleh beberapa presiden mahasiswa," kata Luthfi, Sabtu (9/4/2022). Luthfi menegaskan aksi mahasiswa tersebut tak perlu surat izin, melainkan cukup hanya surat pemberitahuan. 

Ia juga mengklaim pihaknya juga sudah menyampaikan surat pemberitahuan terkait aksi tersebut ke kepolisian.  "(Surat pemberitahuan) itu sudah dikirimkan dan diterima di Polda Metro Jaya," ujarnya juga.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Wiranto juga telah bertemu dengan BEM Nusantara. Wiranto mengajak mahasiswa untuk tidak turun ke jalan. 

Menanggapi itu, Luthfi mengatakan kebebasan berkumpul dan menyatakan pendapat dijamin konstitusi. "Aksi (demo) kan salah satu kebebasan berpendapat dan sudah dinaungi dalam UU juga, maka dari itu parlemen jalanan harus terus berjalan untuk mengekspresikan kebebasan berpendapat dan kemerdekaan dalam negara demokrasi ini," ujarnya. 

Sebagai informasi, BEM SI menyatakan tetap menggelar aksi unjuk rasa pada 11 April 2022. Ada enam tuntutan yang disuarakan, yang paling utama yaitu menolak perpanjangan masa jabatan presiden atau penundaan Pemilu 2022. 

Selain penundaan Pemilu 2024 dan masa jabatan presiden tiga periode, mahasiswa juga mendesak stabilitas harga kebutuhan pokok dan jaminan kesediaan barang-barang pokok bagi masyarakat. Kemudian tuntutan agar pemerintah membatalkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. (tim redaksi)


#demonstrasi
#mahasiswa
#badaneksekutifmahasiswaseluruhindonesia 
#bemsi
#alamiancaman
#peretasan
#koordinatormediabemsi
#luthfiyufrizal

Tidak ada komentar