Breaking News

Jadi Ketua Presidensi G20 Indonesia Dilema, AS Tegas Menolak Hadir Kalau Ada Rusia

Bendera Amerika Serikat (AS). Foto: Istimewa/ Net

WELFARE.id-Sebagai Ketua Presidensi G20 yang puncaknya digelar di Bali tahun ini, Indonesia benar-benar lagi dilema. Bagaimana tidak, perang Rusia dan Ukraina membuat posisi Indonesia serba salah.

Di satu sisi, hubungan diplomatik dan ekonomi Indonesia dengan dua negara yang bertikai itu sama-sama baik. Begitu juga hubungan Indonesia dengan seluruh negara Barat.

Tapi di sisi lain, saat ini negara-negara Barat tengah "mengompori" Indonesia untuk tidak mengundang Rusia dalam berbagai rangkaian pertemuan G20. Termasuk saat puncak G20.

Rusia sendiri, memastikan akan hadir ke puncak pertemuan G20 di Bali, Desember mendatang. Bahkan, Presiden Rusia Vladimir Putin sendiri yang akan hadir.

Sementara itu, Amerika Serikat (AS) menegaskan kepada Indonesia bahwa mereka tak akan mengikuti rangkaian pertemuan G20 jika perwakilan Rusia turut hadir. Hal tersebut ditegaskan Menteri Keuangan AS Janet Yellen, melansir cnn.com.

Ia menjelaskan, ini sudah menjadi keputusan negara. Pihaknya sudah menegaskan posisi negaranya itu kepada para menteri keuangan di G20, terutama Indonesia selaku pemegang presidensi tahun ini.

"Saya sudah menegaskan ke rekan saya di Indonesia bahwa kami tak akan berpartisipasi dalam sejumlah pertemuan jika Rusia ada di sana," ujar Yellen, dikutip Jumat (8/4/2022). Seorang sumber mengatakan, kalimat Yellen itu merujuk pada sejumlah pertemuan para menteri keuangan negara-negara G20 yang dijadwalkan digelar pada bulan ini.

Dirinya menegaskan posisi negaranya itu saat berbicara di hadapan Komite Layanan Finansial Dewan Perwakilan AS. Dalam rapat itu, dia kembali menegaskan keinginan Presiden AS Joe Biden untuk mendepak Rusia dari G20 karena invasi Ukraina.

"Biden sudah menegaskan dan saya benar-benar sepakat dengannya. Rusia tak bisa diperlakukan biasa saja di institusi finansial mana pun. Dia (Biden) meminta Rusia didepak dari G20," tegasnya.

Meski demikian, seorang sumber menjelaskan bahwa pernyataan Yellen ini bukan berarti Biden juga tak akan hadir dalam Konferensi Tingkat Tinggi G20 jika Presiden Vladimir Putin diundang. Menurutnya, masih banyak kemungkinan yang bisa terjadi karena KTT dijadwalkan digelar di Indonesia beberapa bulan lagi, tepatnya November mendatang.

Indonesia sendiri menegaskan bakal mengundang seluruh negara anggota G20 dalam rangkaian acara tahun ini, yang berarti termasuk Rusia. Biden sempat menyatakan, Indonesia juga harus mengundang Ukraina jika memang ingin tetap menghadirkan delegasi Rusia. (tim redaksi)

#perangrusiaukraina
#indonesia
#ketuapresidensig20
#g20dibali
#rusia
#posisiamerika

Tidak ada komentar