Breaking News

Jabar Tujuan Mudik dan Libur Lebaran, Dishub Mulai Petakan Titik Kemacetan

Kemacetan di Kota Bandung, Jawa Barat. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang dilakukan pada 9-21 Maret 2022, ada sebanyak 79 juta orang yang akan melakukan mudik ada momen Idul Fitri 1443 H. Dari jumlah tersebut, 13 juta orang di antaranya merupakan warga Jabodetabek.

Adapun puncak mudik diprediksi akan terjadi pada tanggal 29 dan 30 April 2022, dan puncak arus balik pada tanggal 8 Mei 2022. Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat pun mulai memetakan beberapa titik kemacetan pada jalur mudik Lebaran 2022 yang ada di Jawa Barat. 

Hal itu berdasarkan hasil pemantauan jalur mudik yang dilakukan dari tanggal 4-5 April 2022. Kepala Dishub Provinsi Jawa Barat A Koswara Hanafi menjelaskan, titik kemacetan jalur mudik di Jawa Barat di antaranya ada di Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jalan Cagak Nagrek, Kabupaten Bandung, Kawasan Malangbong, Kabupaten Garut, dan Lingkar Gentong. Penyempitan jalur (bottle neck), aktivitas pasar tumpah, dan persilangan jalan (crossing) masih menjadi persoalan utama yang mengakibatkan kepadatan dan kemacetan.

Sehingga, pihaknya tengah melakukan penyusunan strategi penanganan yang lebih intensif. "Titik-titik krusial di lokasi yang rawan kemacetan itu juga dibahas secara lengkap. Kemudian jalur alternatif yang berbahaya, kita akan informasikan ke masyarakat supaya diketahui dan diatur di lapangan untuk keselamatan buat pemudik lah intinya," ucapnya, dikutip Jumat (8/4/2022).

Menurutnya, kawasan Gerbang Tol Cileunyi menjadi salah satu titik yang menjadi perhatian pada setiap musim mudik. Dishub Provinsi Jawa Barat juga telah berkoordinasi dengan PT Jasa Marga untuk mengantisipasi adanya kepadatan di Gerbang Tol Cileunyi dengan menyiapkan pintu keluar Tol Gedebage KM 149 sebagai solusi untuk mengurai kepadatan keluar tol Cileunyi.

Ia juga menyinggung masih minimnya gerbang yang dioperasikan di Tol Cileunyi, saat ini dinilai belum cukup banyak untuk melayani kendaraan yang melintas saat mudik nanti. Apalagi, volume kendaraan diprediksi akan jauh lebih banyak dibanding dengan dua tahun lalu.

"Di lapangan, ditemukan beberapa persoalan yang harus dikoordinasikan dan ditegaskan oleh para penyelenggara angkutan Lebaran," imbuhnya. 

Dirinya juga menjelaskan, Kegiatan Survei Kesiapan Jelang Arus Mudik 2022 dilengkapi pula dengan pengecekan kendaraan standar pelayanan minimun (SPM) dan sistem manajemen keselamatan (SMK) yang dilaksanakan di Pool Bus Budiman, Pool Bus Karunia Bakti, Terminal Singaparna Kabupaten Tasikmalaya, dan Terminal Garut.

Pengecekan kendaraan ini meliputi pemeriksaan kendaraan dan surat kelengkapannya yang sesuai dengan standar pelayanan minimum serta fasilitas layanan pemeriksaan kesehatan bagi awak kendaraan pada angkutan penumpang umum. 

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan, sejumlah isu strategis terkait pergerakan masyarakat dan kebijakan pengaturan transportasi pada masa mudik Lebaran 2022.

"Yang harus diperhatikan adalah potensi lonjakan penumpang yang tinggi di jalur mobilitas, simpul transportasi, hingga lokasi wisata," kata Budi Karya dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu (6/4/2022) sebelumnya.

Ia memprediksi, antusiasme masyarakat tahun ini untuk mudik akan lebih tinggi dari sebelum pandemi COVID-19. Maka itu, perlu penanganan khusus dibanding momen Lebaran sebelumnya.

Pergerakan masyarakat yang tinggi juga perlu diantisipasi dengan ketersediaan stok BBM, kesiapan sarana prasarana di rest area, hingga kesiapan personel di posko-posko layanan. 

"Kemenhub dan jajaran akan memastikan kelayakan operasional sarana angkutan di semua moda dengan melakukan ramp check semua sarana angkutan yang akan dioperasionalkan selama masa Angkutan Lebaran 2022," janjinya. (tim redaksi)

#pemudik
#momenmudiklebaran
#titikkemacetan
#strategilalulintas
#operasionalisasimodatransportasi
#cekkelayakan
#saranaangkutan
#kemenhub

Tidak ada komentar