Breaking News

Istiqlal Raih Penghargaan sebagai Masjid Ramah Lingkungan Pertama di Dunia

Masjid Istiqlal. Foto : dok welfare.id

WELFARE.id-Masjid Istiqlal meraih penghargaan sebagai Green Mosque pertama di dunia dari International Finance Corporation (IFC). Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap Masjid Istiqlal yang telah melakukan penghijauan. 

''Sungguh sangat kami terharu karena pada hari ini kita mendapatkan apresiasi, bukan lokal tapi internasional. Apresiasi luar biasa terhadap Masjid Istiqlal sebagai masjid pertama di dunia yang mendapatkan sertifikat Green Mosque,'' ujar Imam Besar Masjid Istiqlal, KH Nassarudin Umar, di Jakarta, dikutip Kamis (7/4/2022). 

Masjid Istiqlal menjadi masjid pertama di dunia yang meraih sertifikat Excellence in Design for Greater Efficiencies (EDGE) sebagai rumah ibadah dengan bangunan ramah lingkungan atau green building. 

Penghargaan sertifikat EDGE diberikan langsung dari lembaga International Finance Corporation melalui Country Manager IFC untuk Indonesia dan Timor-Leste Azam Khan. 

Khan mengatakan EDGE merupakan standar bangunan hijau dan sistem sertifikasi untuk membantu profesional dan para pelaku bangunan gedung dalam mewujudkan bangunan hijau. 

''Masjid yang merupakan kebanggaan Indonesia ini memiliki sejarah panjang dan saat ini kembali mengukir sejarah dengan menjadi bangunan masjid pertama di dunia yang mendapatkan sertifikat final EDGE sebagai bangunan gedung hijau,'' katanya. 

Masjid Istiqlal diberikan sertifikat EDGE karena telah dilakukan renovasi di beberapa bagian dengan konsep ramah lingkungan yang terbukti menurunkan jejak karbon secara signifikan. 

Renovasi beberapa bagian Masjid Istiqlal dikerjakan bersama-sama oleh Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI), Green Building Council (GBC) Indonesia, dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). 

Peremajaan yang dilakukan pada beberapa bagian gedung masjid dibuat ramah lingkungan yang bisa meningkatkan efisiensi air dan penggunaan energi dari bangunan. 

Renovasi Masjid Istilal secara signifikan mengurangi jejak karbon dengan penggunaan atap dan dinding luar hemat energi, penerangan dan ruang internal dan eksternal, smart energi meter, dan panel surya yang mencakup lebih dari 13 persen konsumsi listrik. 

''Standar keunggulan dalam desain untuk efisiensi yang lebih besar dan merupakan bagian dari ambisi kolektif untuk mengarusutamakan bangunan dalam membantu memerangi perubahan iklim dan penurunan emisi karbon,'' tukasnya. 

Penghematan energi masjid saat ini mencapai 23 persen dengan penggunaan kran aliran rendah mulai dari pengolahan air dan daur ulang, serta efisiensi lainnya dengan konsumsi air secara keseluruhan akan berkurang hingga 36 persen. (tim redaksi

#masjidistiqlal
#greenbuilding
#ramahlingkungan
#greenmousqe
#ifc

Tidak ada komentar