Breaking News

Invasi Kera Ekor Panjang Makin Gila, Banyak Warga Gunungkidul Gagal Panen

Kera ekor panjang. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Serangan kera ekor panjang mulai meresahkan warga di Kelurahan Purwodadi, Gunungkidul, Jogjakarta. Diduga kekurangan makanan di hutan, kera tersebut mulai menyerang lahan pertanian dan menghabiskan makanan pangan warga.

Tak hanya itu, tanaman buah pun ludes dimakan kera ekor panjang ini. Warsito salah seorang warga setempat menuturkan, serangan kera ekor panjang belakangan ini memang kian menggila. 

Tanaman palawija yang ia budidayakan selama musim hujan ini habis dimakan oleh kera ekor panjang tersebut. Menurutnya, serangan hewan liar tersebut sudah terjadi sejak 2018.

Namun, semakin hari kian parah. Tak hanya tanaman palawija ataupun juga buah, kera juga mulai menyerang gubuk-gubuk pemilik warga yang dibangun di ladang. 

"Mereka jumlahnya ratusan. Kalau turun bergerombol," jelasnya. Akibat serangan kera ekor panjang tersebut warga harus rela berjaga di ladang mereka. 

Mereka bergiliran berjaga di ladang sembari membawa berbagai senjata seperti senapan angin yang dimodifikasi. Tujuannya untuk mengusir kera ekor panjang tersebut agar tidak masuk ke lahan pertanian mereka. 

Serangan kera ekor panjang ini membuat mereka merugi, karena para petani gagal panen. Mereka berharap kepada pemerintah untuk memperhatikan persoalan yang dihadapi oleh para petani akibat hama kera ekor panjang tersebut.

Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul mengakui serangan kera ekor panjang tersebut. Bahkan mereka mencatat hampir separuh wilayah terdampak invasi kera ekor panjang. 

Upaya penanganan pun menemui kesulitan karena terbentur aturan. Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) DPP Gunungkidul, Jayadi mengungkapkan ada 9 dari 18 kapanewon yang lahan pertaniannya terdampak. 

Sebagian besar habitat primata ini berada sisi selatan, mulai dari Purwosari, Panggang, Saptosari, Tanjungsari, Tepus, dan Girisubo. Lainnya adalah Paliyan, Semin, dan Ponjong. 

"Kebetulan habitat kera ekor panjang berada di 9 kapanewon ini. Tetapi kemunginan bertambah lagi," jelasnya kepada wartawan, dikutip Senin (11/4/2022).

Upaya penanganan kera ekor panjang sulit lantaran hewan ini berstatus dilindungi selama berada di habitatnya. Sedangkan populasinya terus mengalami peningkatan, sehingga tak sebanding dengan upaya pengurangan. 

"Paling masuk akal sebenarnya pengurangan populasi. Namun dari BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) tidak merekomendasikan itu," sebutnya. (tim redaksi)

#keraekorpanjang
#makanpanganwarga
#menyeranglahanwarga
#gunungkiduljogjakarta
#bksda
#hewanyangdilindungi
#habitatkeraekorpanjang

Tidak ada komentar