Breaking News

Fenomena Manusia Gerobak Merebak Tiap Ramadan, Bakal Ditindak Kemensos

Fenomena sosial manusia gerobak. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Setiap kali momen Ramadan, fenomena manusia gerobak kembali merebak. Mereka nongkrong di pinggir jalan membawa seluruh keluarga mereka di dalam gerobak.

Ada juga yang memilih berkeliling, sambil sesekali berhenti. Melihat fenomena sosial semacam ini, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Sosial (Kemensos) Harry Hikmat menyatakan, pihaknya akan memberdayakan para Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). 

Ia mengatakan, akan melakukan aseasmen terlebih dahulu untuk mengetahui identitas PPKS tersebut asli atau hanya sekadar manusia gerobak gadungan. "Jadi kalau nanti seperti tren jelang Lebaran ada PPKS katakanlah quotes and quote yang gadungan nanti kita laporkan. 

Nanti kami akan lakukan penjangkauan, asesmen, kemudian kita pastikan bagaimana intervensi layanannya," ujar Harry kepada wartawan di Jakarta, Rabu (6/4/2022). 

Jika ditemukan ada manusia gerobak gadungan, lanjut Harry, maka pihaknya akan langsung memulangkan mereka ke daerah asal. "Kalau ternyata mereka bukan orang yang membutuhkan, kita dorong mereka dikembalikan ke tempat asal," tegasnya. 

Namun, jika mereka memang PPKS, maka Kemensos akan melakukan pemberdayaan secara menyeluruh. Mulai dari anak hingga orang tuanya dan akan diberdayakan di balai-balai milik Kemensos. 

"Tapi kalau mereka manusia gerobak yang memang riil, kita upayakan berikan dukungan. Bahkan yang mereka butuh tempat tinggal, kita ajak tinggal di balai, secara dinamis, anaknya bisa di sekolahkan di situ," tuturnya. 

Jadi, sambungnya, ubah pola strateginya komprehensif. "Ibu (Mensos Risma) selalu mengingatkan cek anaknya cek istrinya dan ini penting di kementerian karena biasanya parsial, ini tidak boleh lagi harus bersinergi antar direktorat. Praktik di lapangan sudah sangat berbeda respons kasus kita," ulasnya.

Termasuk, penyediaan rusun bagi PPKS misalnya, seperti rusun di Pangudi Luhur Bekasi dan Bambu Apus, Jakarta Timur. Dua rusun tersebut diperkirakan sudah 95% rampung. 

"Itu untuk PPKS seperti pengemis, itu di wisma dapat makan gratis, punya usaha terus diterima di rusun. Mereka harus mulai mandiri bayar cuma 15 ribu, mulai pake uang sendiri dan disiapkan keluar rusun untuk hidup wajar di komunitas yang mereka pilih," paparnya. (tim redaksi)

#ppks
#manusiagerobak
#fenomenasosial
#kemensos
#kementeriansosial
#dibiayainegara

Tidak ada komentar