Breaking News

Eks Pilot dan Karyawan Merpati Airlines Desak Erick Thohir Bayar Pesangon

Merpati airlines. Foto : net

WELFARE.id-PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) (Persero) hingga saat ini statusnya mati suri dan di bawah penanganan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA). 

Anggota Paguyuban Pilot Ex Merpati M Masykoer mengatakan, perusahaan harus memenuhi kewajibannya kepada mantan pegawai jika nantinya dibubarkan. ''Janganlah kami diperlakukan habis manis sepah dibuang,'' ujarnya, dikutip Rabu (13/4/2022). 

Hal ini terkait ratusan mantan pilot dan karyawan PT Merpati Nusantara Airlines yang sudah delapan tahun ini belum juga mendapat tunjangan pensiun. 

Karena itu, mereka mendesak Menteri BUMN Erick Thohir membayar utang pesangon perusahaan senilai Rp312 miliar. Nilai tersebut mencakup utang pesangon bagi 1.233 eks pilot dan karyawan sejak perusahaan tutup pada 2014 lalu. 

Desakan ini disampaikan saat mereka mendatangi kantor PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) selaku penanggungjawab penyelesaian masalah keuangan Merpati pada Selasa (12/4/2022). ''Tolonglah Pak Menteri, jangan digantung-gantung lagi kami. Sudah tujuh tahun hanya diberi janji-janji saja. Itu hak kami,'' kata Arief Kemaluddin, eks pilot Merpati dalam keterangan resmi, Rabu (13/4/2022). 

Lebih lanjut, para eks pilot dan karyawan mengusulkan Erick untuk segera menjual aset-aset Merpati yang tersisa. Lalu, membagikan hasil penjualan aset secara merata ke para mantan karyawan sebagai pembayaran pesangon. 

''Kami harapkan Menteri BUMN memberikan dukungan untuk pembagian secara proporsional aset Merpati yang dijual sebagai bagian pembayaran pesangon,'' terang Markus Nababan, salah satu pengacara eks pilot dan karyawan Merpati. 

Tak hanya mendesak Erick Thohir, para eks pilot dan karyawan juga meminta kejelasan ke Direktur Utama PPA Yandi Jaya Ruchandi lewat pertemuan pada Selasa kemarin. Tapi, menurut Bertua Hutapea, pengacara lain yang mewakili para eks pilot dan karyawan, PPA belum memiliki keputusan soal pembayaran pesangon. 

''PT PPA mengaku masih menunggu keputusan dari Menteri BUMN untuk langkah-langkah penyelesaian pembayaran pesangon eks pilot dan karyawan Merpati,'' ujar Bertua. 

Kendati begitu, para eks pilot dan karyawan tetap meminta PPA agar bisa segera menyelesaikan masalah pesangon ini. Sebab, banyak dari mereka yang sangat bergantung pada dana pesangon tersebut. 

Apalagi, usia para eks pilot dan karyawan sudah tidak muda lagi, yakni rata-rata di atas 50 tahun. Selain itu, tak sedikit dari mereka yang kini jadi dilanda masalah rumah tangga seperti perceraian dan tidak bisa melanjutkan pendidikan karena pesangonnya tak kunjung dibayar. ''Jadi mereka benar-benar menggantungkan hidup pada pesangon. Sayangnya, pesangon tak kunjung dicairkan selama tujuh tahun,'' tukasnya. (tim redaksi) 

#merpatiairlines
#ekspilotmerpati
#karyawanmerpati
#tunjanganpensiun
#ppa

Tidak ada komentar