Breaking News

Dugaaan Sepak Bola Gajah, PSSI hingga David da Silva Digugat ke Pengadilan

Ilustrasi.  Foto : instagram @pssi

WELFARE.id-PSSI, Persib Bandung, Barito Putera, dan David da Silva resmi digugat di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat atas dugaan sepak bola gajah. 

Gugatan tersebut didaftarkan dengan nomor 211/Pdt.G/2022/PN Jkt.Pst sejak 14 April. Hingga selasa (19/4/2022) status perkara tersebut adalah penunjukan jurusita. 

Para penggugatnya adalah empat orang, yaitu Emilianus Tikuk, Yan Piet Sada, Yulianus Dwaa, dan Paul Finsen Mayor. Turut tergugat sponsor Liga 1 2021/2022, Bank Rakyat Indonesia (BRI). 

Petitum atau hal yang diminta penggugat kepada hakim untuk dikabulkan ada enam. Kemudian ada kerugian materiil yang diminta Rp1 miliar, sedangkan kerugian immateriil tak disebutkan. 

Inti dari gugatan tersebut adalah membatalkan hasil pertandingan Liga 1 Persib vs Barito Putera atau setidak-tidaknya digelar pertandingan ulang dan disaksikan penonton secara offline. 

Kemudian penggugat meminta majelis hakim menetapkan pertandingan Persib kontra Barito Putera sebagai memainkan sepak bola gajah yang melanggar prinsip fair play. 

Kemudian menyatakan Persipura batal degradasi dan tetap sebagai kontestan Liga 1 2022/2023. Selain itu juga meminta pemain Persib David da Silva dilarang bermain di Indonesia. 

Mengacu laman resmi Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, belum ditetapkan siapa hakim yang akan memimpin sidang perkara, berikut hakim anggota. 

Nama jurusita untuk perkara ini juga belum ditetapkan. Karenanya pula belum diketahui kapan sidang pertama perkara dugaan sepak bola gajah ini akan dilangsungkan. 

Gugatan ini dilatar belakangi dari hasil imbang Persib vs Barito membuat Persipura degradasi dari Liga 1 musim ini. Pada laga itu David Da Silva gagal mengeksekusi penalti. Mereka menuduh David da Silva tak bermain serius sehingga membuat Persipura terdegradasi. 

Berikut isi petitum gugatan dugaan sepak bola gajah terhadap PSSI, Persib Bandung, Barito Putera dan David Da Silva: 

1. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya;
2. Membatalkan Hasil Pertandingan Tergugat II (PERSIB) VS Tergugat III (BARITO PUTRA) atau setidak tidaknya digelar pertandingan ulang dan disaksikan penonton secara offline;
3. Menyatakan Pertandingan antara Persib dan Barito Putra adalah memainkan sepak bola gajah yang melanggar prinsip fair play dan merupakan Perbuatan Melawan Hukum yang sangat merugikan Para Penggugat;
4. Menyatakan Club kebanggaan Para Penggugat Persipura Jayapura Batal Degradasi dan Tetap sebagai Peserta Liga 1;
5. Melarang Pemain Persib Bandung Tergugat IV atas nama "DA SILVA" untuk bermain dalam Kompetisi sepak bola di seluruh Indonesia.
6. Menghukum Para Tergugat, karena salahnya untuk membayar ganti kerugian kepada Para Penggugat dengan perincian sebagai berikut; 

Kerugian Materiil 

Kerugian karena mengeluarkan biaya biaya untuk pendaftaran perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menghadiri persidangan, menghadirkan saksi-saksi, membayar rental mobil, leges alat bukti, Foto copy, meterai, dsb. sebagai akibat adanya perkara ini sebesar 1.000.000.000,- (Satu Miliar Rupiah) ; 

Kerugian Immateriil;
Bahwa akibat adanya perkara sepak bola gajah ini, Penggugat merasa sangat dirugikan dengan kerugian Immateriil atau Moriil berupa perasaan tidak menyenangkan, stress, tersitanya waktu dan pikiran selama pengurusan perkara ini sampai dengan proses persidangannya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang mana kerugian tersebut jika dikompensasi dengan nilai keuangan maka jumlahnya. 

MenanggPi hal itu, PSSI mengaku tak masalah. ''PSSI tidak masalah bila ada yang mau menggugat. Karena setiap warga negara Indonesia mempunyai hak yang sama. Kami siap menghadapi gugatan tersebut," kata Sekjen PSSI Yunus Nusi melalui rilis resmi dikutip Selasa (19/4/2022). 

Terlepas dari gugatan tersebut, PSSI memastikan tiga tim yang terdegradasi tidak akan berubah. Seperti diketahui pada kompetisi Liga 1 2021/2022, Persipura terdegradasi ke Liga 2 bersama dengan Persiraja Banda Aceh dan Persela Lamongan. 

Posisi ketiga tim ini akan digantikan oleh tiga yang promosi yaitu Persis Solo, Rans Cilegon FC, dan Martapura Dewa United. ''Jadi tim Liga 1 yang degradasi ke Liga 2 dan tim Liga 2 yang promosi ke Liga 1 itu sudah final berdasarkan kompetisi resmi yang diadakan oleh PSSI dan PT Liga Indonesia Baru,'' tukasnya. 

Sementara itu, Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Kuswara S Taryono mengaku hingga saat ini tim berjulukan Maung Bandung itu belum menerima informasi apapun baik panggilan ataupun gugatan terebut. ''Begini, kami memang PT PBB belum menerima berkaitan panggilan gugatan tersebut, barusan sudah kami cek,'' katanyam 

Kuswara mengatakan belum bisa berbicara banyak terkait gugatan tersebut. Sebab pihaknya belum menerima apapun, dan apabila memang sudah ada pastinya akan dikaji lebih dulu nantinya. ''Kalaupun nanti setelah menerima ya nanti kami akan kaji dulu dan pelajari dulu dari sisi hukumnya seperti apa, setelah itu baru nanti kami akan memberikan tanggapan,'' pungkasnya. (tim redaksi) 

#sepakbola
#sepakbolagajah
#pssi
#pssidigugat
#liga1
#bolalokal

Tidak ada komentar