Breaking News

Dinilai Terburu-buru Bangun IKN, Isran Noor : Terlalu Terlambat

Gubernur Kalimantan Timur  Isran Noor. Foto : dok pemprov Kaltim

WELFARE.id-Pemerintah mulai melakukan pembangunan di lokasi ibu kota negara (IKN). Banyak yang menilai kalau pembangunan tersebut terlalu terburu-buru dan memaksakan mengingat adanya Pandemi COVID-19. Menanggapi hal itu, Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor menilai, rencana memindahkan IKN dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur terlambat dilakukan oleh pemerintah. 

''Kalau ada yang ngomong bahwa ini terlalu cepat, terbalik, terlalu terlambat,'' ujar Isran di Titik Nol IKN Nusantara, Penajam Paser Utara, dikutip Kamis (21/4/2022). 

Isran menuturkan, rencana memindahkan ibu kota sudah pernah diangkat oleh Presiden Soekarno yang ingin membangun ibu kota di Palangkaraya. Dimasa Presiden Soeharto, lanjutnya, juga pernah mewacanakan pemindahan ibu kota dari DKI Jakarta ke Jonggol yang terletak di Kabupaten Bogor. 

Wacana tersebut baru terealisasi ketika Presiden Joko Widodo memutuskan pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur yang dilanjutkan dengan adanya Undang-Undang IKN. ''Padahal, Jakarta sudah memiliki beragam masalah, mulai dari kemacetan, pemukiman kumuh, banjir hingga penurunan permukaan tanah. ''Rata-rata (permukaan tanah turun) 4 cm per tahun. Kalau 100 tahun 1 abad, berarti ada 4 meter Jakarta akan mengalami penurunan. Bisa dibayangkan sebuah ibu kota mengalami persoalan (seperti ini),'' katanya. 

Isran pun yakin, pembangunan ibu kota baru akan terus berlanjut meskipun ada sejumlah pihak yang mengajukan judicial review atas Undang-Undang IKN ke Mahkamah Konstitusi. 

''Kalau ada yang mau menggugat, mungkin termasuk anggota DPR RI Fraksi PKB mau menggugat UU Ibu Kota Negara, monggo silakan, tapi enggak akan bisa berhasil. Enggak, nggak akan bisa, ngabisi baterai, akan jalan terus, karena ini adalah hidayah Allah,'' tuturnya. 

Ia mengatakan, pemindahan ibu kota kelak tidak hanya menguntungkan masyarakat Kalimantan Timur, tetapi seluruh rakyat Indonesia. 

Ia menambahkan, keberadaan IKN sudah seharusnya untuk menggerakkan ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat. Termasuk pembangunan infrastruktur. Sehingga tidak terjadi ketimpangan. (tim redaksi) 

#ikn
#kaltim
#gubernurkaltim
#isrannoor
#penajampaser

Tidak ada komentar