Breaking News

Dinas Rahasia Jerman Milik Bukti, Pasukan Rusia Bantai Warga Sipil Ukraina di Bucha

Foto udara memperlihatkan deretan kantong jenazah warga sipil yang tewas akibat konflik Ukraina dan Rusia di Kota Bucha sekitar 35 kilometer dari ibu kota Kiev, Rabu (6/4/2022). Foto: Reuters

WELFARE.id-Kekejian pasukan Rusia yang melakukan pembunuhan massal warga sipil Ukraina di wilayah Bucha, yang berlokasi sekitar 35 kilometer (km) Ibu Kota Kiev semakin terkuak. 

Pasalnya, Badan Intelijen Jerman, Bundesnachrichtendienst (BND) menyadap percakapan dan pesan anggota militer Rusia yang sedang membahas bagaimana mereka melakukan pembunuhan warga sipil di Kota Bucha.

Berita itu ditulis majalah berita Jerman Der Spiegel yang terbit Kamis (7/4/2022). Selain menggunakan radio militer, banyak tentara Rusia berkomunikasi dengan ponsel pribadinya, karena sinyal jaringan radio di daerah itu sering terganggu

Pembantaian warga sipil di Kota Bucha yang terungkap sejak tentara Rusia melarikan diri dari kawasan itu telah mengejutkan dunia. Tentara Rusia menduduki Kota Bucha, selama satu bulan sebelum dipukul mundur pasukan Ukraina.

Menurut pejabat setempat, lebih 300 orang dibunuh oleh pasukan Rusia di Bucha. Dari jumlah itu, sekitar 50 orang dieksekusi dengan tangan terikat ke belakang. Rusia telah membantah melakukan kekejaman di Bucha dan mengklaim gambar-gambar dari Bucha hanyalah "adegan sandiwara” yang diperankan "pemain-pemain pentas” Ukraina.

Namun laporan Der Spiegel mengatakan temuan bukti yang dilakukan Agen Intelijen BND diyakini termasuk percakapan yang cocok dengan lokasi-lokasi di mana mayat-mayat warga sipil yang dibantai itu ditemukan di sepanjang jalan utama di Bucha.

Dalam salah satu percakapan yang disadap, seorang serdadu Rusia menceritakan kepada rekannya bagaimana dia menembak seseorang yang naik sepeda, dan mengirim foto tubuhnya yang tergeletak di samping sepeda.

Menurut laporan Der Spiegel, masih ada rekaman-rekaman suara yang menunjukkan bahwa peristiwa serupa telah terjadi di kota-kota Ukraina yang lainnya yang berhasil dikuasai oleh tantara Rusia. 

Agen-agen intelijen BND juga telah melaporkan temuannya kepada komisi parlemen. Namun Der Spiegel tidak menjelaskan, dari mana mereka mendapatkan informasi dinas rahasia Jerman tersebut.

Sementara itu, kantor berita Reuters juga mengutip sumber keamanan yang tidak disebutkan namanya, bahwa pemerintah Jerman memiliki "indikasi" Rusia terlibat dalam pembunuhan massal warga sipil di Bucha.

Juru bicara pemerintah Jerman Steffen Hebestreit mengatakan dari analisis citra satelit nonkomersial bisa diketahui bahwa mayat-mayat yang tergeltak di jalan utama di Bucha sudah ada di sana sejak 10 Maret 2022, ketika kota itu masih dikuasai pasukan Rusia.

"Bukti yang dapat dipercaya menunjukkan, pasukan bersenjata dan keamanan Rusia mengendalikan daerah itu dari 7 Maret hingga 30 Maret. Mereka juga terlibat dalam interogasi terhadap tahanan, yang kemudian dieksekusi. Ini adalah temuan yang kami miliki,” katanya, Rabu (6/4/2022).

"Pernyataan yang dibuat oleh pihak Rusia, bahwa ini adalah adegan yang dipentaskan dan bahwa mereka tidak bertanggung jawab atas pembunuhan itu, dengan demikian tidak dapat dipertahankan," tegasnya juga. 

Akibat kasus itu, membuat dua mantan menteri Jerman minta kejahatan perang diusut. Mantan Menteri Kehakiman Jerman Sabine Leutheusser-Schnarrenberger dan mantan Menteri Dalam Negeri Gerhart Baum, keduanya dari Partai Demokrat Liberal-FDP pada Kamis (7/4/2022) mengajukan gugatan pidana setebal 140 halaman kepada kejaksaan Jerman, untuk mengusut invasi Rusia ke Ukraina.

Menurut pengacara kedua mantan menteri Jerman itu, merkea menuntut agar kejaksaan Jerman menyelidiki kejahatan perang dengan keteribatan para pejabat Rusia, termasuk Presiden Vladimir Putin, serta seluruh rangkaian anggota militer.  

”Kejaksaan Jerman dapat menggunakan informasi yang diperoleh badan intelijen dalam memutuskan apakah akan membuka penyelidikan kasus,” ujar pengacara yang mewakili kedua mantan menteri, Nikolaos Gazeas.

Ia juga mengatakan selain kejahatan pembunuhan warga sipil, dalam pengaduan itu termasuk serangan terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir dan pemboman rumah sakit bersalin di kota Mariupol.

”Penyelidikan paralel di berbagai yurisdiksi, termasuk penyelidikan Mahkamah Pidana Internasional di Den Haag, bisa saling menguatkan dalam kasus ini,” ujar Gazeas juga. (tim redaksi)


#perang
#invasimiliter
#rusia
#ukraina
#pembunuhanwargasipil
#kotabucha
#badanintelijenjerman
#bundesnachrichtendienst
#bnd

Tidak ada komentar