Breaking News

Deteksi Dini Kanker Payudara dengan Sadari dan Sadanis

Ilustrasi. Foto : net

WELFARE.id-Deteksi dini kanker payudara merupakan hal yang penting untuk menemukan sel kanker di stadium awal dan menentukan pengobatan yang tepat pada pasien. 

Namun, berdasarkan studi, hanya 5 persen perempuan Indonesia yang mengetahui mengenai pemeriksaan dini kanker payudara, seperti dengan metode mamografi. 

Sebenarnya, mendeteksi adanya benjolan di payudara terbilang mudah. Ada dua cara, yakni sadari dan sadanis. Yuk disimak!. 

SADARI 

SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) merupakan metode deteksi dini yang bisa dilakukan mandiri tanpa perlu bantuan orang lain. Dengan malakukan deteksi dini sendiri, membuat para wanita menjadi yang pertama menemukan kejanggalan pada payudaranya. 

''Ini yang tadi lebih detailnya mengenai pemeriksaan payudara sendiri, kenapa harus memeriksa payudara sendiri? Karena kita sendiri yang mengetahui kondisi payudaranya, sehingga kalau ada perubahan atau ada sesuatu yang tidak biasanya, diharapkan wanita itu sendiri yang pertama kali menemukannya karena kebetulan atau sudah nggak enak rasanya, sudah parah, sudah sakit, dan sebagainya,'' ujar Dokter Spesialis Bedah, RS Brawijaya Saharjo dr. Rika Lesmana, SpB. 

''Dan kalau pada saat SADARI ini ketahuan kok kayaknya ada benjolan, ini benjolan apa bukan, sebenarnya itu tidak harus dikhawatirkan. Tujuannya sebenarnya untuk menemukan tanda-tanda lain atau keabnormalan pada payudara,'' lanjutnya. 

Melakukan SADARI bisa dilakukan sebulan sekali setiap satu minggu setelah menstruasi, dan bagi wanita yang sudah menopause dapat melakukannya sebulan sekali dengan mengingat tanggal menstruasinya dulu atau setiap tanggal 1, tiap bulan sekali. ''Kapan harus melakukan SADARI? Simple aja sebulan sekali kurang lebih satu minggu setelah menstruasi,'' saran dr Rika. 

"Atau kalau pada perempuan-perempuan yang sudah menopause, satu sebulan sekali dengan tanggal yang sama, boleh dihitung-hitung tanggal menstruasinya dulu kapan atau nggak setiap tanggal 1, sebulan sekali,'' tambahnya. 

SADANIS 

SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis) juga penting dilakukan untuk menindaklanjuti pemeriksaan mandiri. Hal ini bisa dilakukan dengan memeriksakan kondisi payudara ke ahli medis atau dokter.

dr Rika berpendapat untuk tetap malakukan pemeriksaan SADANIS selain deteksi secara mandiri, ia juga mengingatkan bahwa metode deteksi dini ini bukan untuk menakut-nakuti para wanita. 

''Tetapi memang tetap perlu juga pemeriksaan payudara klinis atau disebut juga SADANIS. Nah, pemeriksaan SADARI dan SADANIS tujuannya bukan untuk menakut-nakuti kalau ketahuan apa-apa jadi ribet dan sebagainya,'' katanya. 

Menyadari rendahnya angka deteksi dini, Brawijaya Hospital - Saharjo memperkenalkan perangkat portabel deteksi dini kanker payudara, Invenia™ ABUS 2.0, yang terpasang di rumah sakit dan juga di bus khusus pemeriksaan deteksi dini kanker payudara 

Presiden Direktur Brawijaya Hospital - Saharjo, dr Chammim, SpOG (K), mengatakan sebagai rumah sakit yang memiliki fokus dan fasilitas terlengkap terhadap kesehatan obstetri dan ginekologi, perempuan, serta anak-anak, Brawijaya Hospital - Saharjo sangat mengkhawatirkan fakta yang ada mengenai rendahnya angka deteksi dini kanker payudara. 

Oleh karenanya, kami berinisiatif meluncurkan perangkat portabel teknologi terbaru di RS kami dengan menggunakan Invenia™ ABUS 2.0," ujarnya. 

''Bus ini, lanjutnya, dilengkapi dengan perangkat berteknologi terkini yang dapat berkeliling untuk menjangkau lebih banyak perempuan agar dapat melakukan deteksi dini kanker payudara. 

Bus Khusus Pemeriksaan Kanker Payudara ini akan berkeliling di area sekitar Brawijaya Hospital - Saharjo. Jadi selain dapat membantu pasien melakukan deteksi dini, dokter juga akan memberikan edukasi bagi pasien dan publik. 

''Selain menyediakan perangkat yang mumpuni, Brawijaya Hospital - Saharjo juga menyediakan edukasi di bus khusus pemeriksaan deteksi dini kanker payudara dan rumah sakit. Kami menyadari, edukasi merupakan upaya promosi kesehatan yang harus berjalan beriringan dengan deteksi dini. 

Dengan edukasi, perempuan Indonesia dapat mengetahui pentingnya deteksi dini, mengetahui gejala, faktor risiko dan penangan kanker payudara. Dengan demikian, semakin banyak perempuan Indonesia yang terlindungi dari kanker payudara,'' pungkasnya. (tim redaksi) 

#deteksikankerpayudara
#kanker
#kankerpayudara
#sadari
#sadanis
#kesehatan
#healthy

Tidak ada komentar