Breaking News

Demo Simpatik Aktivis KAMMI, Bersepeda ke Gedung DPRD Jember

Aksi demonstrasi bersepeda anggota KAMMI Jember di kantor DPRD Jember, Jawa Timur, Sabtu (16/4/2022). Foto: Istimewa

WELFARE.id-Aksi demonstrasi mahasiswa terus berlanjut. Kali ini demo dilakukan dengan simpatik. Puluhan aktivis Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) melakukan aksi unjuk rasa dengan cara bersepeda.

Demo bersepeda dilakukan dari double way Universitas Jember ke depan Gedung DPRD Jember, Jawa Timur, Sabtu (16/4/2022).

Para mahasiswa ini menyerukan empat tuntutan. Yakni, penolakan kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) 11 persen, penolakan kenaikan BBM bersubsidi, penambahan masa jabatan presiden dan pembangunan IKN baru. 

”Meskipun kenaikan PPN sebesar 1 persen, tetap akan berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Karena kenaikan PPN ini dikenakan langsung kepada masyarakat, sehingga beresiko turunnya daya beli,” terang Ketua KAMMI Jember Imad Aqil dalam pernyataannya. 

Lantaran, saat ini bangsa Indonesia tengah pemulihan perekonomian setelah dua tahun dihadapkan dengan situasi krisis akibat pandemi COVID-19. KAMMI juga menuntut agar pemerintah membuat regulasi yang jelas terkait dengan subsidi BBM. 

”Perbanyak pasokan BBM bersubsidi dengan mengacu pada tujuan kesejahteraan masyarakat,” kata Imad juga. ”Pergeseran BBM bersubsidi dari Premium ke Pertalite perlu disorot. Pertalite merupakan bensin subsidi, sehingga peruntukannya berubah menjadi bahan bakar yang untuk masyarakat menengah ke bawah. Regulasi perlu dibangun agar subsidi tepat sasaran,” cetusnya lagi. 

KAMMI juga mendesak DPRD Jember menjadi suara perwakilan masyarakat dan bukan lagi menjadi kepanjangan tangan partai politik. ”Caranya dengan menolak tegas segala upaya perubahan konstitusi,” kata Imad. Seperti menolak penambahan masa jabatan presiden. 

”Kekuasaan yang terlalu lama cenderung merusak dan diktator. Tiap upaya perubahan konstitusi untuk memperpanjang masa jabatan ataupun membuka peluang penambahan periode kekuasaan mengkhianati reformasi,” kata Imad lagi.

Terakhir, KAMMI mendesak agar pembangunan ibu kota negara (IKN) dihentikan, dan pemerintah berfokus pada pengstabilan ekonomi dan kesehatan masyarakat. 

”Saat kondisi ekonomi dan kesehatan masyarakat belum stabil perlu adanya keseriusan untuk memulihkan ekonomi dan kesehatan masyarakat pasca pandemi. Pembangunan IKN yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit akan menjadi duri yang menghambat pembenahan ekonomi dan kesehatan masyarakat,” tandas Imad juga. (tim redaksi)


#demomahasiswa
#demosimpatik
#demobersepeda
#kesatuanaksimahasiswamuslimindonesia
#kammijember
#gedungdprdjember

Tidak ada komentar