Breaking News

Covid Masih Ada, Kenali Gejala Umum Subvarian Omicron BA.2 Terbaru

Pilek menjadi gejala umum subvarian Omicron, BA.2. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Pandemi COVID-19 belum berakhir. Meski di berbagai belahan negara pelonggaran sudah mulai terjadi, termasuk tak diwajibkan lagi memakai masker.

Namun ahli kesehatan terus melakukan penelitian terhadap munculnya subvarian baru yang mungkin muncul. Salah satu yang tengah diteliti adalah Subvarian Omicron, BA.2, yang kini sedang menyebar di berbagai belahan dunia. 

Melansir Eatthis, Senin (18/4/2022), gejala-gejala yang ditimbulkan oleh BA.2 tampak mirip dengan pilek, flu, atau alergi. Meski begitu, beberapa ahli mengatakan, gejala yang ditimbulkan oleh infeksi BA.2 memiliki karakteristik tertentu.

Secara umum, gejala COVID-19 yang ditimbulkan oleh infeksi BA.2 mirip seperti pilek. Beberapa gejala tersebut adalah nyeri tenggorokan, hidung tersumbat, dan sakit kepala.

Salah satu dari tanda tersebut adalah gejala yang menyerupai pilek, seperti nyeri tenggorokan. Nyeri tenggorokan ini juga bisa disertai dengan hidung tersumbat dan sakit kepala.

Selain itu, cenderung tidak memunculkan gejala khas. Pada kasus Delta misalnya, gejala khas seperti kehilangan indra penciuman dan perasa bisa terjadi. 

Hal yang sama tidak ditemukan pada kasus BA.2. "Kami melihat ada presentasi klinis gejala yang berbeda pada orang yang terinfeksi Omicron dengan Delta," jelas Dr Cristina Menni dari King's College London.

Hal lain yang mungkin dialami seseorang bila terinfeksi BA.2 adalah perasaan lelah dan pening atau rasa seperti akan pingsan yang tak bisa dijelaskan sebabnya. Karakteristik lain dari gejala COVID-19 akibat BA.2 adalah tidak berlangsung lama. 

Gejala COVID-19 akibat BA.2 cenderung memiliki durasi yang lebih singkat. Pada individu yang sudah divaksinasi, gejala yang timbul bisa lebih ringan dan lebih singkat.

Meski tampak lebih ringan, kasus infeksi BA.2 tampak mengalami peningkatan di berbagai wilayah. Untungnya, peningkatan kasus ini tidak diiringi dengan peningkatan kasus yang membutuhkan perawatan di rumah sakit.

"Perawatan di rumah sakit di sebagian besar tempat tampak terus stabil," jelas Dr Amaal Tokars dari Illinois Department of Public Health. Untuk menekan penyebaran BA.2, upaya pencegahan yang perlu dilakukan sama seperti sebelumnya. 

Meliputi penggunaan masker yang berkualitas dan dengan cara yang benar, tidak bepergian bila tak ada kepentingan, jaga jarak fisik, menghindari kerumunan, dan tidak berkumpul di dalam ruangan tertutup bersama orang-orang yang tidak tinggal serumah. Hal yang tak kalah penting adalah menjaga kebersihan tangan. (tim redaksi)

#subvarianomicron
#ba2
#bergejalamiripflu
#tidakmemerlukanperawatanrumahsakit
#bergejalaringan
#wajibpakaimasker
#covid19

Tidak ada komentar